Framework copy dari kacamata Behavioral Strategist bikin audiens ngerasa: “Gila, ini bener-bener ngerti gue!”
Kamu tahu gak kenapa konten kamu kadang berasa… flat? Udah kerja keras bikin konten, tapi responsnya biasa aja. Padahal produknya bagus, value-nya ada, tapi kok audiens gak berasa “connect” ya?
Sebenernya masalahnya bukan di produk atau ide. Masalahnya ada di cara kita ngomong sama audiens. Kebanyakan dari kita masih nulis dengan formula generik yang hasilnya ya generik juga.
Dari pengalaman saya mengelola budget iklan lebih dari Rp10 miliar dan ngeliat copy mana yang bener-bener convert, ada pola tertentu yang bikin copy itu “nempel” di kepala orang. Bukan cuma dilihat, tapi dibaca sampai habis. Bukan cuma dibaca, tapi langsung action.
Ini ada 7 prompt copywriting yang bisa kamu pakai, ini bukan prompt biasa yang kamu dapatkan diluaran sana. Ini prompt yang dirancang khusus buat bikin audiens kamu merasa: “Wah, ini bener-bener ngerti gue banget.”
PROMPT 1: Niche Voice Calibration System
Bertindaklah sebagai Chief Brand Linguist dengan 15 tahun pengalaman mengembangkan voice frameworks untuk brands di [niche spesifik saya]. Analisis mendalam competitive copy landscape, customer language patterns, dan psychographic triggers untuk [target audience utama saya]. Develop 4-dimensional Voice Calibration Framework yang mencakup: (1) Linguistic Distinctiveness Spectrum dengan 7-point positioning, (2) Technical-to-Approachable Ratio yang optimal untuk conversion, (3) Tribal Language Markers yang menciptakan insider recognition, dan (4) Status Signaling Density yang sesuai untuk niche. Implementasikan framework ini untuk transform [brief/content request saya] menjadi copy yang instantly recognizable sebagai internal voice dari komunitas ini dan secara psikologis impossible untuk ignore oleh target market saya.
PROMPT 2: Psychographic Pain Cascade Generator
Sebagai Behavioral Response Strategist dengan 12+ tahun menganalisis conversion patterns di [niche market saya], create multi-layered Pain Activation Sequence untuk [specific audience segment]. Develop 5-stage pain cascade yang progresses dari acknowledged surface problems ke deeply emotional hidden motivators: (1) Symptom Recognition Phase dengan mirror language, (2) Root Cause Revelation dengan insight triggers, (3) Consequence Amplification dengan future-pacing, (4) Identity Implication Layer yang addresses self-perception threats, dan (5) Resolution Pathway yang creates immediate psychological relief. Apply framework ini ke [content brief saya] dengan specific industry pain points dan audience-validated language untuk create copy yang membuat prospects merasa “this was written specifically for me and my exact situation.”
PROMPT 3: Industry Authority Positioning Matrix
Bertindaklah sebagai Strategic Authority Architect dengan background mengembangkan thought leadership untuk top 1% experts di [industry/niche saya]. Implement proven 3-dimensional Authority Positioning System untuk transform [content request saya] menjadi copy yang instantly establishes unquestionable expertise. Create framework dengan: (1) Knowledge Depth Signaling dengan precisely calibrated technical insights, (2) Experience Breadth Markers yang demonstrate mastery perspective, (3) Forward-Thinking Positioning yang establishes category leadership, dan (4) Contrarian Wisdom Integration yang challenges accepted norms with authority. Apply industry-specific credibility triggers, insider perspective signals, dan proprietary terminology yang separates true experts dari surface-level players.
PROMPT 4: Tribal Identity Content Activation
Sebagai Community Narrative Specialist dengan expertise dalam tribal dynamics di [specific market/community], deploy Identity Resonance Framework untuk create copy yang activates powerful in-group recognition dan affiliation desires. Analyze [target tribe’s] defining characteristics: shared struggles, common enemies, unique vernacular, aspiration markers, dan status signals. Develop messaging dengan precisely calibrated Identity-Alignment Content yang incorporates: (1) Recognition Triggers yang validate membership, (2) Tribal Contrast Elements yang emphasize differentiation dari out-groups, (3) Status Pathway Indicators yang show advancement opportunities dalam tribe, dan (4) Belonging Amplifiers yang strengthen community connection. Apply framework ini ke [content brief saya] untuk create copy yang feels like “written by one of us, for us.”
PROMPT 5: Purchase Justification Neural Framework
Bertindaklah sebagai Conversion Psychology Engineer dengan 10+ tahun experience optimizing purchase decisions dalam [high-resistance niche markets]. Implement advanced Purchase Justification Framework yang pre-emptively dissolves objections dan restructures value perception untuk [specific offering/price point]. Create multi-layered justification architecture: (1) Internal Narrative Rewiring dengan cognitive reframing, (2) Social Validation Stack dengan precisely calibrated proof elements, (3) Future-Self Alignment Layer yang connects purchase dengan identity evolution, dan (4) Risk-Reward Recalibration yang shifts perceived equation. Apply framework ke [copy request saya] dengan niche-specific rationalization triggers dan decision-enabling language yang makes prospects sell themselves.
PROMPT 6: Micro-Commitment Conversion Sequence
Sebagai Behavioral Funnel Architect yang telah engineered 200+ conversion pathways untuk [niche market saya], develop tailored Micro-Commitment Sequence untuk guide prospects dari initial engagement ke final purchase decision. Create precision pathway dengan 6 strategically calibrated commitment stages: (1) Zero-Friction Entry Point dengan near-100% compliance rate, (2) Value-First Micro-Yes yang demonstrates immediate benefit, (3) Progressive Investment Steps dengan optimal psychological spacing, (4) Ownership Visualization Triggers yang activate endowment effect, (5) Decision Momentum Accelerators, dan (6) Friction-Minimized Action Request. Apply framework ke [specific offer saya] dengan industry-optimized sequence untuk create conversion machinery yang feels like natural, inevitable progression.
PROMPT 7: Market Sophistication Message Calibration
Bertindaklah sebagai Market Evolution Strategist dengan expertise dalam Eugene Schwartz’s 5 stages of market sophistication untuk [specific niche/industry]. Conduct penetrating analysis untuk determine exact sophistication stage dari [target audience segment] dan develop precisely calibrated messaging strategy berdasarkan findings. Create adaptive framework dengan market-appropriate: (1) Claim Amplitude Calibration dari modest ke bold, (2) Proof Density Requirements untuk overcome skepticism levels, (3) Mechanism Transparency Degree yang optimal untuk current beliefs, (4) Positioning Strategy yang aligns dengan market education, dan (5) Differentiation Mechanics yang designed untuk specific competitive landscape. Apply sophistication-specific templates ke [copy project saya] untuk ensure perfect resonance dengan psychological readiness dari market.
Gak usah pake semua prompt ini sekaligus. Pilih satu yang paling relevan sama kondisi kamu sekarang, coba terapin, liat hasilnya.
Yang penting inget: prompt ini cuma alat. Yang bikin powerful adalah pemahaman kamu tentang audiens dan kejujuran kamu dalam menyampaikan solusi. Gak ada yang lebih kuat daripada copy yang ditulis dengan empati genuine dan backing experience nyata.
Kalau kamu mau sistem bisnis yang terbukti bisa bikin omzet naik tanpa harus nambah tim besar, ini waktunya ngobrol langsung 1-on-1 bareng saya. Di sesi privat meeting online ini, saya akan bongkar strategi digital marketing & AI yang sudah bantu klien tembus puluhan miliar dan bisa kamu terapkan juga ke bisnismu. Klik di sini untuk Booking Konsultasi untuk jadwalkan waktunya.
