Landing Page Bagus Tapi Conversion Zonk?
PROMPT 1: Headline Analyzer Premium
Bertindaklah sebagai Conversion Rate Optimization Director dengan 15 tahun pengalaman di direct response marketing. Analisis [headline landing page saya] berikut dengan framework PASTOR (Problem, Amplify, Story, Testimonial, Offer, Response) dan beri 3 alternatif headline yang meningkatkan click-through-rate minimal 50%. Berikan feedback spesifik dalam format before-after dengan highlight pada psychological triggers yang digunakan, serta penjelasan singkat mengapa versi baru lebih kuat untuk [target audience saya].
PROMPT 2: Value Proposition Disruptor
Sebagai Chief Value Architect yang telah membantu 28 unicorn startup, review [value proposition saya] berikut dari perspektif 3 competitive moats: uniqueness, urgency dan future-pacing. Identifikasi 2 kelemahan utama yang menurunkan conversion, lalu restrukturkan dengan “Before-During-After” framework untuk menciptakan transformasi yang jelas. Tampilkan perbandingan langsung value proposition asli vs versi baru, dengan penjelasan psikologis mengapa versi baru lebih persuasif untuk [pain point spesifik target market].
PROMPT 3: CTA Conversion Maximizer
Sebagai Direct Response Testing Manager dengan 2,800+ A/B test experience, analisis [Call-to-Action pada landing page saya] menggunakan framework LIFT (Loss aversion, Instant gratification, Fear removal, Timing). Berikan 5 variasi CTA yang mengatasi friction points psikologis, dengan prioritas pada pengurangan “micro-hesitations” yang mencegah klik. Tampilkan hasil dalam format table perbandingan yang menunjukkan psychological trigger, expected conversion lift, dan aplikasi optimal untuk setiap stage of awareness [sesuai produk saya].
PROMPT 4: Social Proof Re-engineering
Bertindaklah sebagai Social Validation Architect yang mengoptimasi testimoni untuk brands Fortune 500. Review [elemen social proof pada landing page saya] dan identifikasi 3 fatal flaws yang mengurangi believability dan relevance berdasarkan framework CRED (Credibility, Relatable, Emotional impact, Detail specificity). Rekonstruksi setiap elemen dengan menambahkan “Specificity Markers” dan “Before-After Contrast”, lalu susun ulang urutan testimoni menggunakan “Persuasion Sequencing” untuk maksimalkan impact pada [demographic spesifik target saya].
PROMPT 5: Objection Crusher Framework
Sebagai Behavioral Research Lead dengan spesialisasi di consumer psychology, evaluasi [objection handling pada landing page saya] menggunakan matrix “4D Objection Response” (Deflect, Diminish, Defer, Destroy). Identifikasi 3 objections tersembunyi yang tidak tertangani dan urutkan berdasarkan impact negatifnya pada conversion rate. Berikan rewrite untuk setiap section dengan teknik “Objection Inoculation” yang proaktif mendisarm keraguan sebelum muncul, plus tambahkan “Risk Reversal Enhancers” untuk setiap major objection spesifik untuk [produk/layanan saya].
PROMPT 6: Landing Page Structure Optimizer
Sebagai Head of Conversion Architecture di agency e-commerce terkemuka, audit [struktur full landing page saya] menggunakan framework AIDA+P (Attention, Interest, Desire, Action + Post-action reinforcement). Identifikasi 2 major structural gaps dan 3 misplaced elements yang mengganggu “attention momentum” pengunjung. Rekonstruksi flow informasi dengan “Strategic Redundancy” di titik-titik kritis dan “Progressive Disclosure Pattern” untuk meningkatkan readthrough rate. Berikan wireframe konseptual untuk restructuring dengan highlight pada perubahan kunci yang akan meningkatkan conversion untuk [produk spesifik saya].
PROMPT 7: Visual-Copy Alignment Synergizer
Sebagai Creative Director dengan 12 tahun pengalaman di neuromarketing, review [keselarasan visual-copy pada landing page saya] menggunakan “Dual-Processing Optimization Model”. Identifikasi 3 visual-verbal mismatches yang menciptakan cognitive dissonance dan mengurangi persuasiveness. Berikan rekomendasi spesifik untuk menyelaraskan elemen visual dengan copy menggunakan teknik “Visual Anchoring” dan “Semantic Priming” yang meningkatkan comprehension dan recall. Format feedback dalam matrix yang menunjukkan current state, recommended changes, dan expected impact pada conversion untuk setiap section utama [landing page saya].
Nah, itu dia 7 prompt premium yang udah terbukti ngubah conversion rate dari “zonk” jadi “wow”.
Yang penting inget: Landing page yang convert itu bukan tentang designnya seberapa keren, tapi tentang seberapa dalam dia bisa masuk ke kepala pengunjung dan ngomong, “Ini yang gue butuh banget!”
Jangan cuma simpen prompt ini. Coba satu aja dulu – pilih yang paling relate sama masalah landing page kamu sekarang. Terus kasih tau hasilnya di comment atau share ke tim kamu yang lagi struggle sama hal yang sama.
Soalnya pengalaman saya, yang paling sering bikin stuck itu bukan kurangnya tools, tapi kurangnya action.
Kalau kamu mau sistem bisnis yang terbukti bisa bikin omzet naik tanpa harus nambah tim besar, ini waktunya ngobrol langsung 1-on-1 bareng saya. Di sesi privat meeting online ini, saya akan bongkar strategi digital marketing & AI yang sudah bantu klien tembus puluhan miliar dan bisa kamu terapkan juga ke bisnismu. Klik di sini untuk Booking Konsultasi untuk jadwalkan waktunya.
