Sistem berpikir “JIKA… MAKA…” yang bikin output AI kamu makin relevan, presisi, dan powerful
Kebanyakan orang pakai ChatGPT kayak minta ramalan. Tulis pertanyaan, keluar jawaban. Tapi hasilnya sering terlalu generik, bahkan membingungkan. Yang belum banyak orang tahu, AI itu bisa jauh lebih tajam kalau kamu tahu cara “ngarahinnya”.
Salah satu teknik yang paling efektif saya temukan setelah ribuan eksperimen adalah conditional instruction, struktur berpikir yang membuat AI menyesuaikan pendekatannya tergantung jenis masalah, karakter audiens, sampai arah keputusan.
Ini bukan soal gaya prompt yang keren, tapi soal menciptakan sistem logika yang bikin AI bisa kerja kayak co-founder strategi. Di buletin ini, saya kumpulkan 7 struktur conditional terbaik yang sudah terbukti menghasilkan output seakurat konsultan mahal dari keputusan bisnis bernilai ratusan juta, komunikasi lintas audiens, sampai skenario strategi yang perlu adaptasi real-time.
PROMPT 1: Dynamic Decision Matrix Framework
Bertindaklah sebagai Strategic Decision Analyst dengan pengalaman 15 tahun mengoptimalkan keputusan bisnis bernilai tinggi. Analisis [keputusan yang saya hadapi] menggunakan Conditional Assessment Matrix. JIKA keputusan melibatkan risiko finansial >20%, MAKA lakukan analisis worst-case scenario dengan 5 potential failure points dan mitigation strategies. JIKA keputusan primarily menyangkut strategic positioning, MAKA develop competitive landscape map dengan 3-5 tahun forward projection. JIKA keputusan melibatkan resource allocation, MAKA create opportunity cost analysis dengan 3 alternative scenarios. UNTUK SEMUA KASUS, provide decision framework dengan weighted criteria, 3 possible outcomes (best/moderate/worst case), dan decision trigger points yang mendefinisikan kapan harus pivot.
PROMPT 2: Adaptive Audience Calibration System
Sebagai Communication Strategy Director dengan expertise dalam psychographic targeting, analisis [pesan/konten saya] dan optimize untuk multiple audience segments menggunakan Conditional Messaging Framework. JIKA target audience primarily technical professionals, MAKA recalibrate menggunakan precision language, data-forward reasoning, dan 30% increased specificity. JIKA target audience primarily decision-makers, MAKA restructure dengan outcome-first approach, ROI emphasis, dan executive summary format. JIKA target audience primarily implementation team, MAKA reformat dengan step-by-step clarity, technical specifications di front, dan practical application guidelines. UNTUK SETIAP SEGMENT, provide specific vocabulary adjustments, content restructuring recommendations, dan engagement hooks customized untuk psychological triggers dari audience tersebut.
PROMPT 3: Precision Problem-Solving Protocol
Bertindaklah sebagai Advanced Problem Resolution Specialist dengan 12 tahun pengalaman dalam situasi kompleks. Analisis [masalah yang saya hadapi] menggunakan Conditional Solution Pathways. JIKA masalah memiliki technical complexity sebagai primary factor, MAKA implement First Principles Analysis dengan deconstruction hingga 5 levels. JIKA masalah primarily melibatkan competing stakeholders, MAKA deploy Interest-Based Negotiation Framework dengan identification of underlying needs versus stated positions. JIKA masalah primarily tentang resource constraints, MAKA utilize Creative Constraint Optimization dengan lateral thinking techniques. UNTUK SEMUA SCENARIOS, provide Implementation Roadmap dengan timeline, resource requirements, dan success metrics. SELANJUTNYA, identify 3 potential obstacles dengan contingency plans untuk masing-masing.
PROMPT 4: Multi-Level Expertise Knowledge Transfer
Sebagai Learning Design Architect yang telah membantu 10,000+ professionals master complex skills, transform [topik/skill yang saya pelajari] menggunakan Conditional Instruction Learning Framework. JIKA saya self-assess sebagai beginner, MAKA structure response dengan fundamental principles, conceptual foundation, dan 3 entry-level practice activities. JIKA saya intermediate learner, MAKA provide advanced techniques, common pitfall analysis, dan 3 deliberate practice protocols untuk overcome plateaus. JIKA saya advanced practitioner, MAKA deliver cutting-edge applications, creative recombination opportunities, dan 3 mastery challenges. FOR ALL LEVELS, include mental models untuk accelerate understanding, common misconception corrections, dan next-step resources yang precisely matched untuk current knowledge level.
PROMPT 5: Strategic Business Scenario Planning
Bertindaklah sebagai Chief Strategy Officer dengan pengalaman advising Fortune 100 companies through market volatility. Analisis [business situation/decision saya] menggunakan Conditional Strategic Framework. JIKA current market menunjukkan high growth indicators, MAKA develop expansion strategy dengan optimal resource allocation, first-mover advantage opportunities, dan market share capture tactics. JIKA market menunjukkan consolidation signals, MAKA create defensive positioning strategy dengan efficiency optimization, strategic partnership options, dan core business protection protocols. JIKA market facing disruption threat, MAKA design adaptation roadmap dengan business model innovation options, rapid experimentation framework, dan transition management approach. FOR EACH SCENARIO, provide risk assessment, capital requirement projections, dan competitive response predictions.
PROMPT 6: Performance Optimization Intelligence System
Sebagai Performance Analytics Director yang telah membantu transform 200+ stagnating initiatives menjadi high-performers, analisis [project/system performance data saya] menggunakan Conditional Optimization Framework. JIKA metrics menunjukkan execution bottlenecks, MAKA implement Process Reengineering Protocol dengan constraint theory application, critical path optimization, dan workflow redesign. JIKA metrics indicate resource misallocation, MAKA deploy Resource Optimization Matrix dengan effort-impact analysis, reallocation priorities, dan capability gap assessment. JIKA metrics suggest strategic misalignment, MAKA develop Realignment Roadmap dengan objective recalibration, incentive restructuring, dan communication plan. FOR ALL SCENARIOS, provide implementation sequence, quick-win opportunities untuk build momentum, dan leading indicators untuk track improvement.
PROMPT 7: Multi-Dimensional Content Analysis Framework
Bertindaklah sebagai Content Intelligence Strategist dengan pengalaman analyzing 5,000+ high-performing assets across platforms. Conduct comprehensive analysis dari [content/campaign saya] menggunakan Conditional Depth Analysis Framework. JIKA primary objective adalah audience growth, MAKA prioritize virality factors analysis, pattern interruption assessment, dan shareability optimization dengan 7-point scale untuk setiap factor. JIKA primary goal adalah conversion, MAKA conduct persuasion architecture review, psychological trigger mapping, dan friction point identification dengan specific enhancement recommendations. JIKA focus pada brand building, MAKA perform narrative cohesion analysis, emotional response mapping, dan distinctive asset assessment dengan brand memory structure evaluation. FOR ALL ANALYSES, provide specific actionable improvements prioritized by implementation effort versus projected impact.
Kamu gak perlu pakai semua sekaligus. Mulai dari satu prompt yang paling dekat dengan tantangan kamu hari ini. Rasakan bedanya. Prompt ini bukan sekadar cara nanya ke AI tapi cara berpikir yang bikin kamu jadi pemimpin strategi, bukan prompt template.
Kalau kamu udah coba salah satu prompt ini, DM saya di Instagram @hendrakuang.
Kalau kamu mau sistem bisnis yang terbukti bisa bikin omzet naik tanpa harus nambah tim besar, ini waktunya ngobrol langsung 1-on-1 bareng saya. Di sesi privat meeting online ini, saya akan bongkar strategi digital marketing & AI yang sudah bantu klien tembus puluhan miliar dan bisa kamu terapkan juga ke bisnismu. Klik di sini untuk Booking Konsultasi untuk jadwalkan waktunya.
