7 Prompt Value Proposition Kelas Strategi Brand Dunia

by Hendra Kuang  - July 17, 2025

Bangun posisi brand yang gak bisa ditiru kompetitor, dari belief system, diferensiasi, sampai value mapping yang nyentuh logika dan emosi

Value proposition itu bukan sekadar “fitur plus bonus”. Itu adalah fondasi strategi yang bikin produk kamu dianggap berbeda, dipercaya lebih cepat, dan dibayar lebih mahal. Brand-brand besar gak menang karena produknya paling bagus, tapi karena mereka punya posisi yang gak bisa diklaim kompetitor.

7 Prompt ini bukan cuma bantu kamu merumuskan kalimat keren, tapi menyusun ulang seluruh struktur keunggulan kamu dari white space market, belief system, sampai bahasa arketipal yang langsung connect ke subconscious audience kamu. Kalau kamu serius mau bangun brand yang bukan cuma laku, tapi layak dipertahankan, ini starting point-nya.

PROMPT 1: Brand Differentiation Architecture

Bertindaklah sebagai Chief Brand Differentiation Officer dengan pengalaman 15+ tahun membantu brands menciptakan posisi unik di marketplace. Analisis [kategori produk/jasa saya], [3 competitors utama], dan [unique strengths saya] untuk menciptakan Brand Differentiation Architecture yang mengidentifikasi white space strategic di market. Develop 3 potential positioning territories dengan masing-masing dilengkapi Category Disruption Angle, Competitive Insulation Factor, Customer Resonance Prediction, dan Core Differentiation Pillars yang menciptakan “Only Factor” yang tidak bisa diklaim kompetitor. Sajikan hasil dalam Brand Position Statement 25-kata yang mengkomunikasikan Unique Value dan alasan kuat why consumers should care.

PROMPT 2: Customer-Derived Value Matrix

Sebagai Strategic Brand Anthropologist yang telah mempelajari 140+ successful brand positions, analisis [target audience saya], [unmet needs mereka], dan [current brand perceptions] untuk menciptakan Customer-Derived Value Matrix. Identifikasi intersection points antara 3 dimensi: Functional Value (apa yang brand lakukan), Emotional Value (bagaimana brand membuat customers feel), dan Identity Value (apa yang brand katakan tentang customers). Develop positioning strategis yang menciptakan Resonance Multiplier Effect dengan mengaktifkan minimal 2 value dimensions simultaneously dan provide 3-tiered messaging hierarchy yang mengkomunikasikan nilai ini pada rational, emotional, dan identity levels.

PROMPT 3: Brand Archetype Elevation System

Bertindaklah sebagai Brand Archetype Strategist yang membantu 30+ premium brands menemukan voice dan positioning autentik mereka. Analisis [core values saya], [aspirational brand state], dan [audience desires] untuk mengidentifikasi Primary dan Secondary Brand Archetypes yang menciptakan tension kreatif yang menarik. Develop Brand Personality Framework dengan Character Traits, Voice & Tone Guidelines, Visual Expression Principles, dan Narrative Elements yang menciptakan konsistensi di seluruh touchpoints. Transformasikan ini menjadi Elevated Value Narrative yang mengkomunikasikan brand promise dalam bahasa archetypal yang meresonasi pada subconscious level dengan target audience.

PROMPT 4: Disruptive Value Proposition Canvas

Sebagai Disruptive Positioning Specialist yang telah membantu 12 challenger brands mengganggu kategori mereka, analisis [category conventions saya], [pain points yang tidak terselesaikan], dan [unique capabilities saya] untuk create Disruptive Value Proposition Canvas. Identifikasi 3 Category Orthodoxies yang dapat ditantang, 2 Unexpected Value Dimensions yang dapat diaktifkan, dan 1 Paradigm Shift yang dapat dimanfaatkan untuk redefine how value is perceived in the category. Develop messaging yang mengkomunikasikan New Value Equation ini dengan 3-part framework: Disruption Statement, Reframe Declaration, dan Proof Architecture yang membuktikan bahwa brand dapat deliver pada promise revolusionernya.

PROMPT 5: Strategic Brand Narrative Framework

Bertindaklah sebagai Brand Narrative Architect yang telah membangun storytelling frameworks untuk 22 iconic brands. Analisis [brand origin story saya], [core customer transformation], dan [vision for the future] untuk create Strategic Brand Narrative Framework yang menjadi foundation untuk semua komunikasi. Develop narrative dengan 5 komponen kritis: Origin Myth yang humanizes brand, Tension Point yang menciptakan momentum, Philosophical Perspective yang diferensiasi, Customer Hero Journey yang menginspirasi action, dan Future Vision yang menciptakan sense of movement dan purpose. Artikulasikan ini dalam Core Narrative 100-kata yang menjadi DNA semua brand expressions.

PROMPT 6: Multi-Dimensional Value Mapping

Sebagai Value Innovation Strategist yang telah membantu brands meningkatkan perceived value 300%+, analisis [current value perception saya], [competitor value focus], dan [untapped value dimensions] untuk create Multi-Dimensional Value Map. Identifikasi dan prioritize 7 value dimensions (functional, economic, emotional, symbolic, relationship, experience, and transformational) dengan masing-masing dimensi dianalisis untuk current delivery, opportunity gap, dan competitive advantage potential. Develop Value Amplification Strategy yang mengidentifikasi 3 priority dimensions untuk focused investment dan Value Articulation Framework yang mengkomunikasikan dimensi ini dalam hierarchical structure yang meresonasi dengan customer decision-making process.

PROMPT 7: Brand Belief System Architecture

Bertindaklah sebagai Brand Philosophy Strategist yang telah membantu 18 category-defining brands menciptakan belief systems yang powerful. Analisis [core beliefs saya], [cultural tensions], dan [aspirational customer identity] untuk develop Brand Belief System Architecture yang transcends features dan benefits. Create Belief Hierarchy dengan World View (perspektif tentang broader category), Conviction Statements (3-5 core beliefs yang drive decisions), dan Behavioral Principles (bagaimana beliefs manifest dalam actions). Transformasikan ini menjadi Stand-Taking Position yang articulates what brand stands for dan against dengan clarity yang mempolarisasi market dan menarik core believers.

Jangan buru-buru pakai semua prompt ini sekaligus. Mulai dari satu yang paling kamu butuhkan sekarang entah itu buat naikkan harga, perkuat narasi, atau reframe positioning kamu.

Lalu uji: apakah audience kamu mulai merespons berbeda? Apakah brand kamu mulai dianggap “beda sendiri”? Kalau iya, kamu udah mulai jalan di jalur brand yang punya daya tahan. Dan kalau kamu ingin bangun value proposition yang bisa kamu jadikan senjata 3 tahun ke depan, eksekusi prompt ini secepatnya, karena banyak brand bakal kalah bukan karena kalah fitur, tapi kalah makna dan kalah cepat

Kalau kamu udah coba salah satu prompt ini, DM saya di Instagram @hendrakuang.

Kalau kamu mau sistem bisnis yang terbukti bisa bikin omzet naik tanpa harus nambah tim besar, ini waktunya ngobrol langsung 1-on-1 bareng saya. Di sesi privat meeting online ini, saya akan bongkar strategi digital marketing & AI yang sudah bantu klien tembus puluhan miliar dan bisa kamu terapkan juga ke bisnismu. Klik di sini untuk Booking Konsultasi untuk jadwalkan waktunya.

7 Prompt Konteks-Stacking untuk Jawaban AI yang Beneran Cerdas

Hendra Kuang

Salam kenal, saya Full-Time Daddy of 2, sekaligus Digital Marketing & AI Strategist.

Saya menulis tentang AI, strategi digital, paid ads, dan monetisasi produk digital dari rumah, dengan pendekatan yang tetap memprioritaskan waktu bersama keluarga.

Selama lebih dari 15 tahun, saya pernah membangun tim network marketing dengan omzet Rp30M+, membantu brand capai omzet Rp70M lewat strategi iklan, dan sejak April 2025 mulai membangun bisnis produk digital pribadi dari nol.

Semoga tulisan di sini bisa jadi bekal praktis untuk kamu yang ingin bangun bisnis digital tanpa harus jauh dari orang-orang tersayang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

Related Posts

Kalau kamu UMKM atau pebisnis digital, ini ebook yang harus kamu punya! Total 200 prompt siap pakai buat riset, konten, jualan, dan bangun sistem digital tanpa harus mikir dari nol