Kalau funnel kamu udah rapi tapi nggak ada yang closing, mungkin bukan masalah desain, tapi struktur psikologis yang belum nyambung.
Funnel itu bukan cuma alur dari atas ke bawah. Tapi alur dari ragu → yakin → ambil tindakan.
Banyak yang merasa funnel-nya udah lengkap: ada edukasi, ada CTA, bahkan ada bonus. Tapi kenapa tetap gak ada yang beli?
Mungkin karena funnel kamu dibangun berdasarkan “apa yang mau kamu sampaikan”, bukan “apa yang calon pembeli butuh rasakan.”
Kalau kamu ingin bikin funnel yang:
- Ngerti cara berpikir prospek, bukan cuma jualan produk,
- Bisa membimbing dari kesadaran sampai konversi tanpa pushy,
- Dan tetap scalable serta bisa dioptimasi dengan data…
…kamu butuh pendekatan funnel yang menyentuh logika dan psikologi.
7 prompt ini akan bantu kamu:
Dan menyusun funnel yang bukan cuma informatif, tapi menggerakkan
Menggali dan menyusun pain point secara sistematik
Merancang jalur keberatan ke kepercayaan
Membangun Value Ladder yang bisa “dinaiki” dengan natural
Menyesuaikan jalur persuasi berdasarkan segmen buyer
PROMPT 1: Customer Journey Pain-Mapping Framework
Bertindaklah sebagai Chief Customer Experience Architect dengan pengalaman 15 tahun mengoptimasi sales funnels untuk 500+ brands yang menghasilkan $100M+. Analisis mendalam [target market saya] menggunakan Pain Point Opportunity Framework: (1) Conduct Pain Point Archeology dengan 5 layers untuk uncover articulated needs, unarticulated frustrations, aspirations, fears, dan identity desires; (2) Map Customer Journey dengan 7 micro-conversion thresholds dan psychological triggers pada setiap stage; (3) Develop Barrier-Breakthrough Matrix yang identify specific objections dan counteracting trust-builders; (4) Create Messaging Alignment System dengan pain-to-solution bridges; dan (5) Build Ascension Architecture yang guides prospects dari awareness hingga advocacy. Deliver comprehensive funnel blueprint dengan exact touchpoint mapping, content requirements, dan stage-specific conversion mechanisms custom-calibrated untuk [specific market saya].
PROMPT 2: Objection-to-Conversion Pathway Architect
Sebagai Conversion Psychology Specialist yang telah engineered 200+ high-converting funnels dengan average 300% improvement rates, analyze [target audience saya] dan [offering saya] untuk create Objection Dissolution Framework. Develop comprehensive system dengan: (1) Objection Spectrum Analysis yang capture 12-15 conscious dan subconscious barriers preventing purchase; (2) Preemptive Objection Mapping yang sequences objections berdasarkan psychological impact; (3) Trust-Building Sequence dengan specific evidence types calibrated untuk neutralize each objection; (4) Micro-Commitment Architecture yang creates psychological momentum; dan (5) Minimal Viable Action Framework yang reduces initial friction. Transform findings menjadi complete funnel blueprint dengan touchpoint sequence, content requirements, dan psychological triggers untuk guide prospects dari skepticism menuju conversion.
PROMPT 3: Value Ladder Ecosystem Engineer
Bertindaklah sebagai Value Ascension Strategist dengan background developing 7-figure sales ecosystems untuk premium offerings. Analyze [business model saya] dan [customer value evolution] untuk create comprehensive Value Ladder Ecosystem. Design multi-dimensional framework dengan: (1) Entry-Point Value Matrix yang identify 5-7 high-resonance, low-friction initial offerings; (2) Ascension Trigger System dengan behavior-based signals untuk timing subsequent offers; (3) Value-Price Calibration Framework untuk optimize perceived value at each step; (4) Consumption Acceleration Mechanisms yang increase absorption dan results; dan (5) Strategic Incompleteness Engineering yang creates natural demand untuk next-level solutions. Deliver complete ecosystem blueprint dengan interconnection points, migration messaging, dan specific assets required untuk facilitate seamless customer journey dari initial engagement hingga premium offering.
PROMPT 4: Market-Segmented Conversion Matrix
Sebagai Segmentation Strategy Director yang telah optimized 150+ multi-segment funnels untuk $50M+ brands, analyze [target market saya] untuk develop Multi-Segment Funnel Architecture. Create comprehensive segmentation framework dengan: (1) Psychographic Segment Identification dengan 4-6 distinct buying profiles; (2) Segment-Specific Pain Mapping dengan unique psychological triggers untuk each; (3) Decision-Making Pattern Analysis yang customize persuasion sequence untuk segment preferences; (4) Entry Point Diversification Strategy yang create multiple segment-optimized onramps; dan (5) Unified Conversion System dengan segment-adaptive messaging. Deliver complete blueprint dengan segment qualification mechanisms, behavioral routing logic, dan dynamic content requirements untuk create personalized journeys yang perfectly aligned dengan psychological preferences dari each segment.
PROMPT 5: Competitive Gap Opportunity Funnel
Bertindaklah sebagai Competitive Advantage Strategist dengan expertise dalam identifying market blind spots dan funnel differentiation. Analyze [niche/industry saya] dan [3-5 main competitors] untuk develop Competitive Gap Funnel Strategy. Create comprehensive framework dengan: (1) Competitor Funnel Deconstruction yang reverse-engineer approaches, strengths, dan weaknesses; (2) Customer Expectation Mapping yang identify unmet needs dan disappointment patterns; (3) Experience Gap Analysis dengan opportunity zones untuk differentiation; (4) Pattern Interrupt Strategy yang break conventional approaches pada high-impact points; dan (5) Superior Experience Architecture yang establish clear contrast dengan competition. Deliver complete funnel blueprint dengan specific differentiation elements, unique positioning opportunities, dan experience enhancements yang create meaningful separation dalam prospect perception.
PROMPT 6: Psychology-First Micro-Conversion System
Sebagai Behavioral Conversion Engineer dengan background dalam neuroscience dan 12 tahun optimizing digital funnels, analyze [conversion goal saya] dan [target audience psychology] untuk create Micro-Conversion Architecture. Develop comprehensive system dengan: (1) Cognitive Momentum Map dengan 7-9 precision micro-yes thresholds; (2) Psychological Barrier Identification dengan specific friction points dan resistance triggers; (3) Trust-Building Sequence yang strategically position proof elements untuk maximum impact; (4) Cognitive Bias Activation Framework yang leverage 12 key biases at appropriate funnel stages; dan (5) Minimal Viable Action Strategy yang precisely calibrate commitment requests. Deliver complete blueprint dengan stage-specific psychological triggers, optimized sequence logic, dan specific messaging requirements untuk create irresistible momentum dari initial engagement hingga final conversion.
PROMPT 7: Multi-Modality Nurture Sequence Architect
Bertindaklah sebagai Omnichannel Nurture Specialist yang telah developed 300+ multi-touch conversion systems dengan industry-leading engagement rates. Analyze [prospect journey saya] dan [conversion timeline] untuk create Multi-Modality Nurture Architecture. Design comprehensive framework dengan: (1) Channel Strength Mapping yang match message types dengan optimal delivery mediums; (2) Sequential Exposure Strategy dengan cross-channel reinforcement patterns; (3) Modality-Specific Messaging Templates calibrated untuk unique psychological impact dari each channel; (4) Trust Acceleration Framework dengan progressive evidence sequencing; dan (5) Cross-Platform Behavioral Trigger System. Deliver complete nurture blueprint dengan channel orchestration logic, content requirements untuk each medium, dan specific timing parameters untuk create seamless experience across touchpoints yang maximize conversion probability.
Jangan tunggu funnel kamu sepi baru mikir ulang strukturnya. Gunakan prompt ini bahkan saat kamu merasa “udah lumayan” karena lumayan itu belum tentu efektif.
Prompt ini akan bantu kamu:
- Bangun funnel yang ngerti realita psikologis prospek
- Ngebentuk struktur persuasi yang bisa diuji dan diukur
- Ngasih arah jelas ke tim kamu, bukan cuma brief “bikin landing page ya”
Dan kalau kamu ngerasa prompt ini bikin kamu melihat funnel dengan cara baru, kamu tahu harus ngapain:
Simpan. Uji. Optimalkan.
Dan share ke teman kamu yang lagi stuck bikin funnel tapi belum nemu arah.
Kalau kamu udah coba salah satu prompt ini, DM saya di Instagram @hendrakuang.
Kalau kamu mau sistem bisnis yang terbukti bisa bikin omzet naik tanpa harus nambah tim besar, ini waktunya ngobrol langsung 1-on-1 bareng saya. Di sesi privat meeting online ini, saya akan bongkar strategi digital marketing & AI yang sudah bantu klien tembus puluhan miliar dan bisa kamu terapkan juga ke bisnismu. Klik di sini untuk Booking Konsultasi untuk jadwalkan waktunya.
