AI untuk Digital Marketing

Cara Cek Apakah Bisnismu Sudah Disebut ChatGPT dan Gemini

Cara Cek Apakah Bisnismu Sudah Disebut ChatGPT dan Gemini

Cara paling praktis: jalankan daftar test-prompt yang sama secara rutin di ChatGPT dan Gemini, lalu beri skor bertingkat pada tiap jawaban biar kelihatan polanya dari bulan ke bulan.

Kebanyakan orang mengira kalau brand-nya belum disebut AI, jalan satu-satunya adalah kerja keras nulis konten sebanyak mungkin, terus berharap. Padahal ada langkah yang lebih dulu, dan lebih murah: kamu perlu tahu posisimu sekarang. Kamu disebut atau tidak, disebut benar atau salah, disebut sebagai pilihan utama atau cuma tempelan.

Soalnya begini, kamu nggak bisa memperbaiki sesuatu yang nggak kamu ukur. Kalau kamu cuma nulis lalu berharap, kamu nggak akan pernah tahu apakah usahamu ada gunanya. Nah, di artikel ini saya kasih satu metode yang bisa kamu jalanin sendiri, gratis: cara mengecek dan memantau apakah bisnismu sudah masuk ke jawaban mesin AI, secara rutin, pakai sistem yang bisa kamu ulang tiap bulan.

Kenapa satu kali cek itu tidak cukup

Coba kamu buka ChatGPT sekarang, ketik “rekomendasi untuk [yang kamu jual]”, lihat hasilnya. Oke, misal namamu belum muncul. Terus apa? Kamu nggak tahu itu karena kontenmu memang belum kebaca, atau karena pertanyaanmu kurang pas, atau karena kebetulan hari itu mesinnya narik sumber lain.

Satu kali cek itu cuma foto sesaat. Yang kamu butuhin adalah rekaman yang bergerak. Mesin jawaban AI berubah terus, sumbernya diperbarui, jawabannya bisa beda minggu ini dibanding bulan lalu. Jadi yang berguna bukan “sekali intip”, tapi papan skor yang kamu isi berkala. Dari situ kamu bisa lihat arah: naik, jalan di tempat, atau malah namamu disebut dengan info yang salah.

Anggap ini seperti nimbang badan. Nimbang sekali nggak ngasih tahu apa-apa. Nimbang tiap minggu dengan timbangan yang sama, di jam yang sama, baru kelihatan pola.

Langkah 1: susun daftar test-prompt

Ini fondasinya. Kamu bikin daftar pertanyaan yang, kalau bisnismu memang layak, seharusnya memunculkan nama kamu. Jangan asal satu dua pertanyaan. Susun yang mewakili cara calon pembeli beneran bertanya.

Baca jugaAICara Pakai AI Menyelamatkan Calon Pembeli yang Kabur di Checkout

Saya biasanya bagi jadi empat jenis, biar daftarnya lengkap dan nggak berat sebelah:

  • Pertanyaan kategori. “Produk atau jasa terbaik untuk [masalah yang kamu selesaikan].” Ini pertanyaan paling umum, dan paling sering dipakai orang yang belum kenal siapa-siapa.
  • Pertanyaan masalah. Bukan nyebut produk sama sekali, tapi nyebut keluhan. Misal “gimana cara [hasil yang pembeli mau]”. Kamu mau tahu apakah namamu muncul waktu orang belum tahu bahwa solusi seperti punyamu ada.
  • Pertanyaan pembanding. “Pilihan untuk [kebutuhan spesifik] di [lokasi atau segmen kamu].” Ini nunjukin apakah kamu masuk daftar pertimbangan saat orang lagi milih.
  • Pertanyaan nama langsung. “Siapa [nama kamu atau brand kamu]” dan “apa yang ditawarkan [brand kamu]”. Ini buat ngecek apakah mesin sudah kenal kamu dengan benar, bukan salah orang, bukan salah bidang.

Target awalnya bikin sekitar sepuluh pertanyaan, campuran dari empat jenis di atas. Tulis di satu file, satu baris satu pertanyaan. Ini yang bakal kamu pakai ulang tiap bulan, jadi kalimatnya harus tetap sama persis. Kalau pertanyaannya berubah-ubah, hasilnya nggak bisa dibandingin.

Langkah 2: jalankan di lebih dari satu mesin

Jangan cuma andalkan satu tempat. ChatGPT dan Gemini bisa narik sumber yang beda dan ngasih jawaban yang beda untuk pertanyaan yang sama. Kalau kamu cuma cek satu, kamu bisa salah simpul, entah terlalu pede atau terlalu pesimis.

Jadi tiap pertanyaan di daftarmu, kamu tanyakan ke keduanya. Kalau kamu punya waktu lebih, tambahin mesin jawaban lain yang relevan di bidangmu. Satu catatan teknis kecil: buka di mode yang bersih, jangan yang penuh riwayat obrolanmu sebelumnya, biar hasilnya nggak bias sama chat lama. Idealnya pakai jendela yang nggak login, atau mode incognito. Kamu mau lihat apa yang orang asing lihat, bukan apa yang mesin sesuaikan buat kamu.

Langkah 3: kasih skor, jangan cuma “muncul atau nggak”

Nah ini bagian yang bikin metodenya berguna. “Disebut” itu bukan ya atau tidak doang. Ada tingkatannya, dan tingkatan itu yang ngasih tahu kamu harus kerja di mana. Saya pakai empat level sederhana buat tiap pertanyaan:

  • Level 0, tidak muncul. Namamu sama sekali nggak ada di jawaban.
  • Level 1, muncul tapi salah. Namamu disebut, tapi infonya keliru. Salah bidang, salah lokasi, keahlian yang bukan kamu. Ini justru perlu diperhatiin, karena mesin kenal kamu tapi dengan gambaran yang salah.
  • Level 2, muncul sebagai tempelan. Namamu ada di daftar, tapi cuma satu dari sekian, tanpa penekanan.
  • Level 3, muncul sebagai pilihan utama. Namamu disebut duluan, atau dijelasin lebih dalam dari yang lain.

Bikin tabel sederhana: kolom pertanyaan, kolom mesin, kolom level, dan satu kolom catatan buat nyalin potongan jawaban aslinya. Potongan asli ini penting, biar bulan depan kamu bisa bandingin kata per kata, bukan cuma ngandelin ingatan.

Langkah 4: baca polanya, bukan angka tunggalnya

Setelah tabelnya keisi, jangan buru-buru senang atau sedih. Baca polanya.

Misal skenarionya begini. Kamu punya sepuluh pertanyaan, dijalankan di dua mesin, jadi ada dua puluh hasil. Ternyata kamu kuat di pertanyaan nama langsung (level 3), tapi nol di pertanyaan kategori dan masalah. Artinya apa? Mesin sudah kenal kamu kalau namamu disebut duluan, tapi kamu belum dianggap jawaban saat orang belum tahu kamu. Itu petunjuk jelas: kerjaanmu berikutnya bukan bikin halaman “tentang” lagi, tapi bikin konten yang menjawab masalah pelanggan secara langsung.

Skenario lain: kamu banyak dapat level 1, muncul tapi salah. Itu tandanya identitasmu di web kabur atau nggak konsisten, jadi mesin nyampur-nyampur info. Kerjaanmu: perjelas dan seragamkan cara kamu menyebut diri di semua tempat.

Lihat kan bedanya. Angka tunggal “saya disebut 3 dari 20” nggak ngasih arah. Tapi pola per jenis pertanyaan langsung nunjuk ke tindakan.

Langkah 5: ulang tiap bulan, simpan riwayatnya

Kunci metodenya ada di pengulangan. Sekali sebulan, buka file pertanyaanmu, jalanin ulang persis sama, isi tabel baru, simpan di samping tabel bulan lalu. Jangan hapus yang lama. Justru perbandingan antar bulan itu yang jadi hartanya.

Yang kamu cari tiap bulan: ada pertanyaan yang naik level? Ada yang turun? Ada yang berubah dari salah jadi benar? Kalau bulan lalu kamu nulis tiga artikel yang menjawab pertanyaan pelanggan, dan bulan ini dua pertanyaan kategori naik dari level 0 ke level 2, kamu baru saja dapat sinyal bahwa usahamu jalan. Itu jauh lebih meyakinkan daripada nebak-nebak.

Jujur ya, hasilnya nggak akan langsung berubah minggu depan. Mesin butuh waktu buat menyerap konten baru. Jadi sabar itu bagian dari metodenya, bukan kegagalannya.

Rangkuman biar kamu bisa mulai hari ini

Kalau saya rapikan jadi urutan yang bisa kamu jalanin sekarang:

  1. Tulis sepuluh pertanyaan, campur empat jenis: kategori, masalah, pembanding, nama langsung.
  2. Jalankan tiap pertanyaan di ChatGPT dan Gemini, pakai jendela bersih.
  3. Kasih skor level 0 sampai 3 per hasil, salin potongan jawaban aslinya.
  4. Baca polanya per jenis pertanyaan, tentukan satu perbaikan prioritas.
  5. Ulang bulan depan, simpan riwayatnya, bandingin.

Metode ini bukan sihir, dan bukan satu-satunya cara. Tapi ini yang paling konsisten saya lihat berguna, karena dia mengubah “kayaknya sih belum disebut” jadi papan skor yang jelas. Begitu kamu punya angka dan pola, kamu berhenti kerja buta.

Oh iya, langkah bikin daftar pertanyaan tadi juga cocok banget kamu ubah jadi satu skill AI yang kamu simpan, biar tiap bulan tinggal panggil, bukan nyusun ulang. Saya sendiri menyusun kumpulan skill semacam ini buat kerjaan berulang seperti audit dan riset, tapi itu pilihan, bukan syarat. Yang penting kamu mulai ngukur dulu, karena yang diukur itu yang bisa diperbaiki.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana cara mengecek apakah bisnis saya sudah disebut ChatGPT dan Gemini?

Buat sekitar sepuluh pertanyaan test-prompt yang mewakili cara calon pembeli bertanya (kategori, masalah, pembanding, nama langsung), lalu jalankan tiap pertanyaan itu di ChatGPT dan Gemini dalam mode bersih atau incognito. Catat apakah namamu muncul dan di posisi seperti apa, lalu ulangi persis sama tiap bulan biar hasilnya bisa dibandingkan dari waktu ke waktu.

Apa bedanya level 0 sampai level 3 dalam skoring kemunculan brand di AI?

Level 0 berarti nama brand sama sekali tidak muncul di jawaban. Level 1 berarti muncul tapi infonya keliru, misalnya salah bidang atau lokasi. Level 2 berarti muncul sebagai satu dari banyak pilihan tanpa penekanan khusus. Level 3 berarti brand disebut sebagai pilihan utama atau dijelaskan lebih dalam dari yang lain.

Kenapa harus cek di lebih dari satu mesin AI seperti ChatGPT dan Gemini?

Karena tiap mesin AI bisa menarik sumber yang berbeda dan menghasilkan jawaban berbeda untuk pertanyaan yang sama. Kalau cuma cek satu mesin, kamu bisa salah menyimpulkan posisi brandmu, jadi terlalu pesimis atau terlalu percaya diri. Mengecek beberapa mesin sekaligus memberi gambaran yang lebih lengkap dan akurat.

Artikel terkait

Butuh bantuan terapkan ini ke bisnismu?

Konsultasi digital marketing & AI langsung dengan Hendra Kuang, strategi berbasis data untuk market Indonesia.

Mulai konsultasi