AI untuk Digital Marketing

Kenapa Calon Pembeli Kamu Belum Beli: Soal Tingkat Kesadaran yang Sering Diabaikan

Kenapa Calon Pembeli Kamu Belum Beli: Soal Tingkat Kesadaran yang Sering Diabaikan

Calon pembeli kamu belum beli karena kamu ngomong ke posisi yang salah, dia belum ada di tingkat kesadaran yang siap dengar tawaranmu. Begitu pesanmu nyambung sama posisinya, jalan menuju keputusan beli jadi jauh lebih pendek.

Saya sering lihat orang frustrasi karena udah jualan mati-matian tapi orang gak beli juga. Mereka pikir produknya kurang bagus, atau harganya kemahalan, terus mulai banting harga atau nambah-nambahin isi. Padahal sering masalahnya bukan di situ. Masalahnya, mereka ngomong ke orang yang belum sampai di titik buat denger tawaran itu.

Ada hal yang sering diabaikan, padahal ini ngebenerin banyak masalah jualan sekaligus: tiap calon pembeli itu ada di tingkat kesadaran yang beda-beda. Ada yang belum sadar punya masalah. Ada yang udah sadar masalahnya tapi belum tahu ada solusinya. Ada yang udah tahu solusi tapi belum kenal kamu. Ada yang udah siap beli, tinggal didorong sedikit. Kalau kamu ngomong sama semua orang dengan cara yang sama, kamu cuma nyambung sama sebagian kecil, dan kehilangan sisanya.

Orang Gak Beli Bukan Selalu Karena Produkmu Kurang

Coba pikir. Kalau ada orang yang belum sadar dia punya masalah, terus kamu langsung tembak dia dengan penawaran produk, dia bakal bingung. Di kepala dia, “buat apa saya beli ini, saya gak ngerasa butuh.” Bukan karena produk kamu jelek, tapi karena dia belum sampai di titik ngerasa butuh solusinya. Kamu ngasih jawaban buat pertanyaan yang belum dia tanyain.

Saya selalu mikir, sebelum jualan, saya harus tahu orang ini lagi di mana dalam perjalanannya. Yang belum sadar masalah, saya bantu dulu dia ngeliat masalahnya. Yang udah sadar masalah tapi bingung solusinya, saya kenalin jalan keluarnya. Yang udah ngerti solusi tapi ragu sama saya, saya bangun kepercayaan dulu. Baru yang udah siap, saya ajak beli. Pesan yang sama bisa berhasil atau gagal cuma gara-gara dikasih ke orang di tingkat yang salah.

Jadi pertanyaannya bukan “kenapa produk saya gak laku”. Tapi “orang yang saya ajak ngomong ini lagi di tingkat kesadaran yang mana, dan pesan saya udah pas sama tingkat itu belum”. Pergeseran cara mikir ini ngebenerin banyak hal yang tadinya kamu kira masalah produk.

Cara Nyambungin Pesan ke Tingkat Kesadaran Orang

Kuncinya kenali orang lagi di tingkat mana, baru sesuaikan pesannya. Tiga langkah.

Baca jugaDigital MarketingKenapa Orang Beli: Dorongan Dasar Manusia yang Sering Diabaikan Saat Jualan

Satu, kenali empat tingkat sederhana ini. Belum sadar masalah, udah sadar masalah tapi belum tahu solusi, udah tahu solusi tapi belum yakin sama kamu, dan udah siap tinggal mutusin. Hampir semua calon pembeli kamu ada di salah satu dari empat ini. Begitu kamu bisa naruh orang di salah satu kotak ini, kamu langsung tahu pesan macam apa yang dia butuh.

Dua, kasih pesan yang sesuai tingkatnya, bukan pesan jualan ke semua. Buat yang belum sadar masalah, kasih konten yang bikin dia “oh ternyata ini masalah ya”. Buat yang udah sadar tapi bingung solusi, kenalin pendekatan kamu. Buat yang udah ngerti tapi ragu sama kamu, kasih bukti dan cerita. Buat yang udah siap, baru kasih penawaran yang jelas. Pesan yang pas sama tingkatnya itu yang ngegerakin orang maju, bukan pesan jualan yang ditembak rata ke semua.

Tiga, bantu orang naik tingkat, jangan paksa lompat. Tugas kamu bukan maksa orang yang belum sadar masalah buat langsung beli. Tugas kamu bantu dia naik satu tingkat, dari belum sadar jadi sadar, dari sadar jadi kenal solusi, pelan-pelan. Orang yang dibantu naik tingkat dengan sabar itu jauh lebih mungkin beli pas waktunya, dibanding orang yang dipaksa lompat dari titik awal langsung ke transaksi. Jualan yang baik itu nemenin orang naik, bukan nyeret dia.

Perhatiin, gak ada satupun langkah ini soal banting harga atau nambahin isi produk. Semua soal ngomong yang pas sama posisi orangnya. Sering yang bikin orang gak beli itu bukan produknya, tapi pesannya yang gak nyambung sama tingkat mereka.

Yang Sering Dilewatkan: Kebanyakan Orang Belum Siap Beli Hari Ini

Di sini ada kenyataan yang sering bikin orang salah ngukur. Mereka pikir, kalau orang gak beli hari ini, berarti gak akan beli selamanya. Padahal kebanyakan calon pembeli kamu emang belum di tingkat siap, dan itu normal.

Yang sering gak disadari, dari semua orang yang lihat kamu, cuma sebagian kecil yang lagi di tingkat siap beli sekarang. Sisanya masih di tingkat-tingkat awal, dan mereka bukan gak berharga, mereka cuma belum waktunya. Kalau kamu cuma fokus jualan keras, kamu cuma manen yang udah siap dan ngebuang sisanya. Padahal yang belum siap itu, kalau kamu temenin naik tingkat lewat konten, bakal jadi pembeli kamu nanti. Gimana cara ngelayanin orang di semua tingkat sekaligus, biar yang belum siap pelan-pelan maju ke siap, itu layer yang lebih dalam dan nyambung ke cara kamu nyusun konten dan nurture. Tapi tiga langkah di atas sudah cukup buat kamu mulai ngerti kenapa orang belum beli, dan ngomong yang pas sama posisi mereka.

Kalau kamu mau jalan lebih jauh dari ini:

DM saya langsung di Instagram @hendrakuang ceritain kondisi bisnis kamu sekarang, dan saya bantu kamu lihat langkah yang paling masuk akal berikutnya.

Atau kalau kamu lebih suka mulai dari sistemnya dulu, cek parentpreneur.id ada tools dan framework yang sudah saya pakai sendiri.

Jadi sebelum kamu nyalahin produk atau harga, cek dulu kamu lagi ngomong sama orang di tingkat mana. Sering yang perlu diubah bukan produknya, tapi pesannya biar nyambung sama posisi orangnya. Saya, Hendra Kuang, lebih milih nemenin orang naik tingkat pelan-pelan daripada maksa orang yang belum siap. Coba petakan calon pembeli kamu ke empat tingkat tadi minggu ini, dan kamu bakal lihat kenapa selama ini sebagian pesan kamu gak nyambung.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Bagaimana cara tahu calon pembeli saya ada di tingkat kesadaran yang mana?

Perhatikan apa yang mereka tanyakan dan keluhkan, karena itu menunjukkan posisinya. Orang yang bertanya “ini buat apa” biasanya belum sadar masalah, sedangkan yang bertanya “bedanya sama yang lain apa” biasanya sudah dekat ke siap beli. Dengarkan bahasanya, dari situ tingkatnya terbaca.

Berapa tingkat kesadaran yang perlu saya perhatikan?

Untuk memulai, empat tingkat sederhana sudah cukup: belum sadar masalah, sadar masalah, tahu solusi, dan siap beli. Tidak perlu membuatnya rumit di awal. Yang penting kamu bisa menempatkan calon pembeli di salah satunya dan menyesuaikan pesan.

Apakah orang yang belum siap beli berarti bukan calon pembeli?

Bukan, mereka tetap calon pembeli, hanya belum waktunya. Kebanyakan orang memang belum di tingkat siap saat pertama melihat kamu, dan itu normal. Kalau kamu temani naik tingkat lewat konten, banyak dari mereka akan jadi pembeli nanti.

Apa bedanya jualan ke orang yang siap dengan yang belum sadar masalah?

Orang yang siap butuh penawaran yang jelas, sedangkan yang belum sadar masalah butuh dibantu melihat masalahnya dulu. Menawarkan produk ke orang yang belum sadar masalah hanya membuat bingung. Pesan harus disesuaikan dengan posisi mereka, bukan disamaratakan.

Produk saya tidak laku, apakah pasti karena salah tingkat kesadaran?

Belum tentu satu-satunya sebab, tapi tingkat kesadaran sering jadi penyebab yang terlewat sebelum orang buru-buru menyalahkan produk atau harga. Coba periksa apakah pesanmu memang ditujukan ke orang di tingkat yang tepat. Sering kali memperbaiki kecocokan pesan menyelesaikan masalah tanpa perlu mengubah produk.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana cara tahu calon pembeli saya ada di tingkat kesadaran yang mana?

Perhatikan pertanyaan dan kata-kata yang mereka pakai saat ngobrol atau komen di media sosialmu. Orang yang tanya "ini fungsinya buat apa" biasanya masih di tahap awal, belum sadar dia punya masalah yang bisa diselesaikan. Orang yang tanya perbedaan kamu dengan pilihan lain biasanya sudah dekat siap beli. Dengarkan bahasa yang mereka pakai, dari situ kamu bisa menempatkan posisi mereka dengan cukup akurat.

Berapa tingkat kesadaran yang perlu saya perhatikan sebagai pemula?

Untuk mulai, kamu bisa pakai empat tingkat sederhana: belum sadar masalah, sadar masalah, tahu solusi, dan siap beli. Menempatkan calon pembeli ke salah satu dari empat kotak ini sudah cukup membantumu menentukan pesan yang pas. Begitu kamu terbiasa, kamu bisa memperhalus pembagian ini lebih jauh, dan kesederhanaan di awal justru membuatmu lebih cepat bertindak.

Apakah orang yang belum siap beli sekarang masih layak dianggap calon pembeli?

Ya, mereka tetap calon pembeli yang berharga, hanya saja waktunya belum tiba. Kebanyakan orang yang melihat produkmu memang masih berada di tahap awal perjalanan, dan itu wajar terjadi di semua bisnis. Kalau kamu temani mereka naik tingkat lewat konten yang relevan dengan posisi mereka, banyak dari mereka akan siap membeli di kemudian hari.

Apa yang membedakan pesan untuk orang yang siap beli dengan orang yang belum sadar masalah?

Orang yang siap beli merespons baik penawaran yang jelas dan langsung, lengkap dengan detail dan cara mendapatkannya. Orang yang belum sadar masalah lebih merespons konten yang membantunya melihat masalah itu sendiri lebih dulu, sebelum diperkenalkan solusi apa pun. Menyesuaikan pesan dengan posisi mereka membuat komunikasimu terasa relevan dan lebih mudah diterima masing-masing kelompok.

Artikel terkait

Butuh bantuan terapkan ini ke bisnismu?

Konsultasi digital marketing & AI langsung dengan Hendra Kuang, strategi berbasis data untuk market Indonesia.

Mulai konsultasi