AI untuk Digital MarketingKonten & Copywriting

Cara Audit Marketing dengan AI Sebelum Bikin Konten Baru

Cara Audit Marketing dengan AI Sebelum Bikin Konten Baru

Cara audit marketing dengan AI dimulai dengan mengumpulkan materi lama, tujuan setiap materi, dan respons audiens yang tersedia. Minta AI memisahkan bukti dari dugaan, lalu pilih perbaikan yang bisa diuji sebelum menambah konten baru.

Intinya:

  • Audit marketing dengan AI membantu memeriksa hubungan antara janji pesan, kebutuhan pembaca, dan tindakan yang diminta.
  • Penilaian AI perlu diperiksa menggunakan materi asli dan respons audiens yang tersedia.
  • Perbaikan lebih mudah dipelajari ketika kamu menguji satu dugaan masalah dengan ukuran keberhasilan yang jelas.

Coba kamu bayangin pemilik jasa katering rumahan yang terus membuat konten. Ada video menu, foto kemasan, dan cerita proses memasak.

Orang bertanya lewat WhatsApp, tetapi percakapan sering berhenti setelah daftar paket dikirim. Pemiliknya lalu meminta AI membuat ide konten berikutnya.

Sekarang bayangkan ia membuka kembali daftar paket dan percakapan tersebut. Ternyata, beberapa calon pembeli bertanya apakah pesanan bisa dikirim sebelum jam makan siang kantor.

Informasi itu belum terlihat jelas di penawaran. Dalam skenario hipotetis ini, ada petunjuk konkret yang layak diperiksa sebelum menambah jadwal posting.

Saat membedah contoh ini, saya melihat pertanyaan pengiriman sebagai petunjuk tentang informasi yang dibutuhkan pembeli. Penyebab batal membeli tetap perlu diperiksa.

Cara audit marketing dengan AI dimulai dari titik orang berhenti

Audit marketing dengan AI adalah proses memakai AI untuk menelaah materi pemasaran, membaca bukti respons, dan menyusun dugaan perbaikan yang dapat diuji.

Audit ini memiliki lima unsur: materi asli, tujuan spesifik, konteks audiens, bukti respons, dan hipotesis pengujian.

Mulailah dengan pertanyaan sederhana: setelah melihat materi ini, tindakan apa yang seharusnya dilakukan orang?

Jawabannya harus cukup jelas untuk diamati. Membuka halaman penawaran, menanyakan ketersediaan, dan menyelesaikan pesanan merupakan tindakan berbeda.

Setelah itu, cari titik ketika perjalanan tersebut tersendat:

  • Konten terlihat, tetapi sedikit orang melanjutkan ke profil atau tautan.
  • Halaman penawaran dikunjungi, tetapi tindakan berikutnya jarang terjadi.
  • Percakapan dimulai, tetapi calon pembeli terus meminta penjelasan yang sama.
  • Email dikirim, tetapi tautan penawarannya tidak menghasilkan respons yang diharapkan.

Setiap kondisi membuka pertanyaan berbeda. Angka kunjungan saja belum menjelaskan apakah masalahnya terletak pada pesan, kecocokan pengunjung, atau langkah pemesanan.

Nah, AI membutuhkan konteks tersebut. Ketika hanya menerima potongan tulisan, penilaiannya cenderung terbatas pada tulisan yang terlihat.

Bedah sambungan pesannya, dari hook sampai ajakan bertindak

Hook adalah bagian pembuka yang memberi alasan bagi orang untuk melanjutkan perhatian.

Baca jugaAI untuk Digital MarketingSistem Ide Konten Berkelanjutan: Cara Mencari Ide Konten dengan AI Tanpa Jadi Generik

Dalam audit marketing dengan AI, hook perlu diperiksa bersama kelanjutan pesannya. Pembuka membentuk harapan, lalu isi dan penawaran perlu memenuhi harapan tersebut.

Misalnya, konten katering tadi membuka dengan kalimat, “Makan siang kantor tanpa repot mengatur pesanan.”

Pembaca mungkin mengharapkan penjelasan tentang pemesanan kolektif, pengiriman, dan pembagian paket. Kalau kelanjutannya hanya membahas variasi lauk, janji awal masih menggantung.

Minta AI menjawab:

  • Harapan apa yang dibentuk pembuka ini?
  • Bagian mana yang memenuhi harapan tersebut?
  • Informasi apa yang masih dibutuhkan sebelum pembaca mengambil langkah berikutnya?

Pertanyaan ini membantu menemukan sambungan pesan yang terputus. Mengganti hook dengan kalimat lebih heboh bisa memperbesar jarak antara harapan dan isi.

Sales page perlu membantu pembaca mengambil keputusan

Sales page merupakan halaman penawaran yang menjelaskan produk atau jasa dan mengarahkan pembaca menuju tindakan pembelian.

Perannya dalam audit adalah memperlihatkan apakah informasi untuk mengambil keputusan tersedia dan mudah ditemukan.

Pada contoh katering, pembaca mungkin perlu mengetahui area pengiriman, batas pemesanan, pilihan paket, dan cara memastikan ketersediaan.

Minta AI menandai jawaban yang tersedia, jawaban yang samar, serta pertanyaan yang belum terjawab. Sertakan cuplikan teks sebagai bukti setiap penilaian.

Informasi yang hilang dapat membuat calon pembeli harus bertanya lebih dahulu. Langkah tambahan itu perlu diperiksa, terutama jika pertanyaan serupa berulang dalam percakapan.

Konteks pembaca juga penting. Kamu bisa memperdalamnya melalui pembahasan tentang menyusun buyer persona dari bahan yang relevan.

Gunakan pertanyaan pelanggan yang benar-benar tersedia sebagai masukan. Tandai asumsi tentang kebutuhan mereka secara terpisah.

Email lama bisa memperlihatkan janji yang belum tersambung

Dalam audit email marketing, periksa hubungan antara subjek, isi, tautan, dan halaman tujuan.

Misalnya, subjek menjanjikan panduan memilih paket katering kantor. Isi email langsung menampilkan promosi tanpa membantu pembaca menentukan paket.

Ada kebutuhan yang belum dijawab. Pembaca sudah diberi alasan untuk membuka, tetapi belum dibantu melanjutkan keputusan.

Minta AI menuliskan janji subjek dalam satu kalimat. Lalu minta ia menunjukkan bagian isi yang menuntaskan janji itu.

Periksa juga tujuan tautannya. Email yang membahas paket kantor akan lebih mudah diikuti jika halaman tujuan langsung menjelaskan paket tersebut.

Kritik AI perlu diubah menjadi dugaan yang bisa diperiksa

Kalimat “copy ini kurang menarik” terdengar seperti diagnosis, tetapi arah perbaikannya masih kabur.

Hipotesis pengujian adalah dugaan tentang hubungan antara perubahan tertentu dan respons yang akan diamati.

Contohnya: “Jika informasi pengiriman ditempatkan dekat pilihan paket, pertanyaan tentang jadwal pengiriman mungkin berkurang.”

Dugaan itu memiliki perubahan yang jelas dan respons yang bisa diperiksa. Kamu juga bisa menemukan hasil yang membantahnya.

Sebagai praktisi AI dan digital marketing strategist, saya menekankan pemisahan antara apa yang terlihat dalam materi dan penyebab yang masih perlu diuji.

Gunakan instruksi seperti ini:

Audit materi berikut berdasarkan tujuan dan konteks yang saya berikan. Pisahkan temuan langsung, dugaan penyebab, dan informasi yang masih kurang.

Untuk setiap temuan, kutip bagian materi yang mendukungnya. Jika bukti belum cukup, jelaskan apa yang perlu diperiksa.

Pilih satu dugaan prioritas. Sarankan perubahan terbatas dan respons yang perlu diamati untuk menilai dugaan tersebut.

Simpan instruksi bersama konteks bisnis dan catatan hasilnya. Pembahasan tentang menghindari pengulangan kerja akibat prompt sekali pakai bisa membantu menjaga kesinambungan proses ini.

Untuk tim kecil, hasil audit harus membantu memilih pekerjaan

Ketika pemilik bisnis merangkap pembuat konten dan admin penjualan, setiap revisi mengambil waktu dari pekerjaan lain.

Daftar kritik yang panjang bisa menambah beban. Karena itu, minta AI mengurutkan temuan berdasarkan kedekatannya dengan tindakan pembelian, kekuatan bukti, dan kemudahan pengujian.

Informasi pemesanan yang hilang layak diperiksa lebih dahulu ketika calon pembeli berulang kali menanyakannya. Saran mengganti gaya bahasa membutuhkan alasan yang sama jelasnya.

Dengan budget terbatas, urutan kerja seperti ini membantu kamu menentukan penggunaan waktu. Audit menjadi berguna ketika ada keputusan pekerjaan yang berubah setelahnya.

Kapan pendekatan ini tidak cukup?

Audit materi belum cukup ketika pengunjung terlalu sedikit, pencatatan respons bermasalah, atau penawaran belum pernah dicoba kepada calon pembeli yang relevan.

AI juga tidak dapat memastikan penyebab penjualan turun hanya dari tangkapan layar halaman.

Masalah bisa muncul pada ketersediaan produk, kecepatan balasan admin, pengiriman, atau proses pembayaran. Bagian tersebut perlu diperiksa melalui proses bisnis yang sebenarnya.

Jebakan lainnya adalah mengubah semua materi sekaligus. Jika respons berubah, kamu akan kesulitan mengetahui perubahan mana yang berpengaruh.

Jaga pula konteks perbandingan. Materi yang menerima audiens berbeda tidak bisa langsung dinilai hanya berdasarkan hasil akhirnya.

Minggu ini, pilih satu materi dan tuntaskan pemeriksaannya

Mulai dari materi yang sudah menerima respons dan masih dipakai.

Baca jugaAI untuk Digital MarketingHaving Fun Itu Moat Baru: Kenapa Antusiasme Asli Susah Ditiru AI

  1. Tetapkan tujuan. Tulis tindakan yang kamu harapkan setelah orang membaca materi tersebut.
  2. Kumpulkan bahan. Sertakan teks lengkap, sumber pengunjung, halaman tujuan, dan pertanyaan pelanggan. Samarkan identitas serta informasi pribadi pelanggan.
  3. Minta diagnosis awal. Gunakan instruksi audit tadi dan periksa apakah setiap temuan memiliki dasar dalam bahan.
  4. Pilih satu perubahan. Utamakan masalah yang didukung bukti dan berada dalam kendalimu.
  5. Catat respons setelah revisi. Gunakan kondisi yang sebisa mungkin sebanding. Jika respons masih terbatas, pertahankan kesimpulan sebagai dugaan.

Untuk katering tadi, perubahan awal bisa berupa penjelasan jadwal pengiriman di dekat pilihan paket.

Periksa apakah pertanyaan tentang jadwal berkurang dan percakapan lebih mudah berlanjut. Berkurangnya pertanyaan saja belum membuktikan pembelian bertambah.

Materi lama menyimpan jejak keputusan yang belum selesai. Sebelum membuka dokumen kosong berikutnya, coba ambil satu materi dan cari pertanyaan pembaca yang masih menggantung.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana cara audit marketing dengan AI untuk bisnis kecil?

Mulailah dari satu materi yang masih digunakan dan tentukan tindakan yang kamu harapkan dari pembacanya. Berikan teks lengkap, konteks penawaran, serta respons pelanggan kepada AI. Minta temuan disertai bagian teks pendukung. Pilih perbaikan yang dapat kamu kendalikan, lalu amati responsnya sambil mencatat kondisi pengujian.

Apa saja yang perlu disiapkan sebelum meminta AI mengaudit sales page?

Siapkan isi halaman secara lengkap, tujuan pembelian, sumber pengunjung, dan informasi produk yang berlaku. Tambahkan pertanyaan calon pembeli serta catatan kendala pemesanan jika tersedia. Bahan tersebut membantu AI memeriksa kelengkapan informasi keputusan. Samarkan data pribadi pelanggan sebelum memasukkan percakapan sebagai konteks audit.

Apakah AI bisa mengetahui penyebab marketing gagal?

AI dapat membantu menemukan ketidaksesuaian pesan, informasi yang hilang, dan dugaan hambatan dalam materi pemasaran. Kepastian penyebab membutuhkan bukti tambahan dari respons audiens dan pemeriksaan proses bisnis. Perlakukan hasil audit sebagai dasar pengujian. Periksa juga kemungkinan kendala pada layanan, pengiriman, atau pembayaran yang tidak terlihat dalam tulisan.

Bagaimana cara menilai hasil revisi konten setelah diaudit AI?

Tetapkan respons yang ingin diamati sebelum melakukan revisi, sesuai tujuan materi tersebut. Setelah perubahan diterapkan, bandingkan respons dalam kondisi yang sebisa mungkin serupa. Catat perubahan audiens atau penawaran yang dapat memengaruhi hasil. Kesimpulan perlu tetap terbatas ketika data sedikit atau beberapa bagian materi berubah bersamaan.

Artikel terkait

Butuh bantuan terapkan ini ke bisnismu?

Konsultasi digital marketing & AI langsung dengan Hendra Kuang, strategi berbasis data untuk market Indonesia.

Mulai konsultasi