Bisnis & Produk Digital

Sebelum Bikin Produk Digital Berikutnya, Tanya Dulu 3 Pelanggan Lama Ini

Sebelum Bikin Produk Digital Berikutnya, Tanya Dulu 3 Pelanggan Lama Ini

Untuk menemukan ide produk digital berikutnya, ajak bicara tiga pelanggan lama: yang berhasil memakai produkmu, yang masih kesulitan, dan yang berhenti menggunakannya. Gali pekerjaan yang masih tersendat agar kamu bisa menentukan bantuan lanjutan yang layak ditawarkan.

Intinya:

  • Pelanggan dengan pengalaman berbeda membantu kamu melihat kebutuhan setelah membeli dari beberapa sisi.
  • Cerita tentang tindakan nyata memberi konteks lebih jelas daripada jawaban tentang produk impian.
  • Tiga percakapan memberi arah awal, sedangkan keputusan membuat produk tetap membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Misalnya, kamu menjual template perencanaan konten untuk pemilik usaha kecil. Kamu sedang mempertimbangkan paket template baru dengan lebih banyak pilihan desain.

Lalu kamu mengobrol dengan pelanggan yang sudah memakai template pertama. Kalender kontennya ternyata sudah terisi. Pekerjaannya tersendat saat meminta foto produk dari tim toko.

Pelanggan lain bahkan belum mengisi kalender. Ia kesulitan menentukan produk mana yang perlu dipromosikan.

Keduanya membeli produk yang sama. Sekarang, bantuan yang mereka perlukan berbeda.

Kalau kamu langsung membuat tambahan desain, ada kemungkinan pekerjaan yang menghambat mereka tetap tidak tersentuh. Di sinilah percakapan dengan pelanggan lama berguna.

Ide produk digital berikutnya bisa muncul dari pekerjaan yang tersendat

Wawancara pelanggan lama adalah percakapan terarah dengan orang yang pernah membeli untuk memahami penggunaan produk, hambatan, dan kebutuhan setelah pembelian.

Percakapan ini punya empat ciri: memilih pengalaman yang relevan, membahas kejadian konkret, menggali cara pelanggan mengatasi masalah, dan mencatat konsekuensinya.

Pelanggan lama sudah melewati keputusan membeli. Kamu bisa menelusuri hubungan antara harapan sebelum transaksi dan pekerjaan setelah produk diterima.

Informasi itu membantu membedakan beberapa kemungkinan. Produkmu mungkin sulit digunakan. Pelanggan mungkin belum sempat menerapkannya. Atau, mereka sudah berhasil dan menghadapi pekerjaan berikutnya.

Kebutuhan lanjutan adalah bantuan yang diperlukan pelanggan ketika penggunaan produk membuka pekerjaan berikutnya atau memperjelas masalah yang belum tertangani.

Misalnya, pemilik toko sudah bisa menyusun kalender konten. Setelah itu, ia membutuhkan alur pengumpulan bahan agar rencana tersebut bisa dijalankan.

Hubungannya jelas: perencanaan menciptakan daftar kebutuhan bahan, lalu pengumpulan bahan menjadi pekerjaan berikutnya.

Produk lanjutan terasa masuk akal ketika kamu memahami urutan pekerjaan tersebut. Menambahkan materi tanpa memahami urutannya membuat kamu kembali menebak.

Pilih tiga pelanggan yang pengalamannya berbeda

Angka tiga di sini menjadi batas kerja awal yang ringan. Tiga orang belum cukup untuk mewakili seluruh pasar atau membuktikan permintaan.

Baca jugaSEO & GEOBerapa Banyak Calon Pembeli Cek Jawaban AI Dulu Sebelum Beli Produk Digital

Saya menyarankan memilih pelanggan berdasarkan pengalaman penggunaan. Kamu memerlukan perbedaan cerita supaya keputusanmu tidak hanya dibentuk oleh pelanggan yang paling antusias.

1. Pelanggan yang sudah berhasil memakai produk

Pelanggan ini membantu kamu melihat apa yang muncul setelah manfaat awal tercapai.

Tanyakan:

  • “Bagian mana yang sudah kamu pakai dalam pekerjaan?”
  • “Setelah bagian itu beres, pekerjaan apa yang sekarang paling menyita perhatian?”
  • “Terakhir mengalami kendala itu, kamu melakukan apa?”

Perhatikan perpindahan masalahnya. Dalam contoh template konten, pelanggan mungkin sudah lancar merencanakan unggahan, lalu tersendat saat membagi tugas dengan admin.

Dari cerita tersebut, kamu bisa mempertimbangkan panduan pembagian pekerjaan atau alur persetujuan konten. Bentuk bantuannya masih perlu diperiksa bersama pelanggan lain.

2. Pelanggan yang mencoba, lalu tersendat

Pelanggan ini memperlihatkan hambatan penggunaan: bagian pekerjaan yang membuat penerapan produk terhenti atau sulit diteruskan.

Tanyakan:

  • “Terakhir kamu mencoba memakai produknya, berhenti di bagian mana?”
  • “Apa yang ingin kamu kerjakan saat itu?”
  • “Bantuan apa yang sudah kamu cari?”

Jawabannya perlu dibaca dengan hati-hati. Kesulitan mengedit file dapat menunjukkan perlunya petunjuk yang lebih jelas. Kesulitan menentukan prioritas promosi mungkin mengarah pada kebutuhan pendampingan.

Periksa janji produk awal sebelum merancang tawaran tambahan. Bantuan yang sudah termasuk dalam janji pembelian perlu kamu penuhi melalui produk atau dukungannya.

3. Pelanggan yang berhenti menggunakan produk

Pelanggan yang diam bisa memiliki alasan yang belum terlihat dari catatan transaksi.

Tanyakan:

  • “Kapan terakhir produknya sempat kamu gunakan?”
  • “Apa yang berubah dalam pekerjaanmu setelah itu?”
  • “Sekarang pekerjaan tersebut kamu selesaikan dengan cara apa?”

Misalnya, pelanggan berhenti memakai template karena seluruh urusan konten sudah diserahkan kepada admin. Kebutuhannya bergeser ke cara memberi arahan dan memeriksa hasil.

Ada juga kemungkinan pekerjaannya sudah tidak relevan. Catat kemungkinan itu dengan tenang. Kamu tidak perlu mengubah setiap alasan berhenti menjadi peluang produk.

Gali kejadian terakhir agar jawabannya punya konteks

Pertanyaan “Kamu mau saya bikin produk apa?” meminta pelanggan merancang solusi. Jawabannya bisa berupa format yang familiar, seperti kelas, ebook, atau template.

Coba mulai dari kejadian terakhir. Urutannya dapat kamu pakai seperti ini:

  1. Minta pelanggan menceritakan pekerjaan yang ingin diselesaikan.
  2. Telusuri bagian yang membuatnya berhenti atau mengulang pekerjaan.
  3. Tanyakan cara yang sudah dicoba.
  4. Gali dampaknya terhadap pekerjaan lain.
  5. Ringkas ceritanya, lalu minta pelanggan mengoreksi pemahamanmu.

Misalnya, pelanggan meminta kelas tambahan tentang konten. Setelah ditelusuri, ia sudah paham menulis, tetapi terus menunggu persetujuan rekan bisnis.

Kelas menulis tambahan mungkin kurang relevan. Cerita tersebut mengarahkan perhatian ke pembagian wewenang dan proses persetujuan.

Catat kata-kata pelanggan sedekat mungkin dengan ucapan aslinya. Pisahkan catatan kejadian dari tafsiranmu agar dugaan tidak berubah menjadi fakta dalam proses perencanaan.

Bedakan perbaikan produk dengan peluang upsell

Upsell adalah tawaran peningkatan dari pembelian awal, misalnya versi dengan cakupan atau dukungan lebih besar. Wawancara pelanggan lama membantu menilai apakah peningkatan itu relevan.

Untuk usaha dengan tim tipis, perbedaan ini berpengaruh pada beban kerja. Setiap tawaran baru membawa pekerjaan produksi, penjelasan, dukungan, dan pemeliharaan.

Karena itu, kelompokkan temuan berdasarkan tindakan yang diperlukan:

  • Perbaikan produk: pelanggan kesulitan memperoleh manfaat yang sudah dijanjikan.
  • Dukungan penerapan: pelanggan memahami materi, tetapi membutuhkan bantuan menjalankannya dalam konteks sendiri.
  • Kebutuhan lanjutan: pelanggan sudah memperoleh manfaat awal dan ingin menyelesaikan pekerjaan berikutnya.

Dukungan penerapan bisa menjadi layanan tambahan jika cakupannya jelas dan berada di luar dukungan yang sudah dijanjikan.

Pertimbangan praktisnya sederhana. Dengan tenaga dan anggaran terbatas, kamu perlu mengetahui pekerjaan mana yang cukup penting untuk ditangani terlebih dahulu.

Kamu juga perlu menghitung kemampuan memberikan bantuannya. Permintaan pendampingan personal dapat menambah beban layanan yang berbeda dari menjual file digital.

Jebakannya muncul ketika setiap jawaban dianggap permintaan pasar

Pelanggan bisa memuji ide karena menghargai hubungan denganmu. Pernyataan tertarik belum menjelaskan seberapa penting masalah tersebut dalam keseharian mereka.

Cari cerita tentang usaha yang sudah dilakukan, pekerjaan yang tertunda, atau solusi yang sedang dipakai. Detail tersebut membantu kamu memahami prioritasnya.

Perhatikan juga siapa yang kamu wawancarai. Pelanggan paling aktif dapat memiliki kebutuhan yang jauh lebih rumit daripada pembeli lain.

Pendekatan ini punya batas ketika kamu ingin melayani segmen baru. Pelanggan lama belum tentu memahami situasi calon pembeli dengan pekerjaan dan kebutuhan berbeda.

Kalau kamu belum punya pelanggan, mulailah dari percakapan dengan calon pengguna yang relevan. Pembahasan tentang memeriksa kebutuhan sebelum membuat produk bisa menjadi langkah awal.

Hindari pula memaksakan produk baru dari masalah yang cukup diselesaikan lewat petunjuk singkat. Temuan kecil tetap berguna meskipun hasilnya hanya pembaruan panduan.

Minggu ini, ubah tiga percakapan menjadi satu keputusan

Pilih satu produk yang sudah kamu jual. Cari tiga pelanggan dengan pengalaman berbeda, lalu ajak mereka membahas penggunaan produk tersebut.

Jelaskan bahwa kamu ingin memahami pekerjaan mereka setelah membeli. Beri ruang untuk jawaban bahwa produknya belum dipakai atau sudah tidak diperlukan.

Setelah percakapan selesai, lakukan langkah berikut:

  1. Tulis masalah dengan bahasa pelanggan. Cantumkan pekerjaan, hambatan, dan cara yang sudah dicoba.
  2. Bandingkan konteksnya. Periksa apakah kemiripan keluhan berasal dari pekerjaan yang memang sama.
  3. Tentukan tindakan terkecil. Pilih memperbaiki panduan, membantu penerapan, atau menggali calon tawaran lanjutan.
  4. Periksa ulang dugaanmu. Bawa rumusan masalah kepada pelanggan lain dengan situasi serupa.

Kalau kebutuhan lanjutan mulai terlihat, tulis cakupan bantuan dan hasil kerja yang akan diterima pelanggan. Setelah itu, pelajari cara menguji tawaran sebelum produksi penuh.

Tunda keputusan tentang jumlah modul sampai pekerjaan yang ingin dibantu cukup jelas. Cakupan produk akan lebih mudah ditentukan ketika kamu tahu titik mulai dan titik selesainya.

Produk berikutnya bisa berawal dari satu pekerjaan pelanggan yang terus tertunda. Minggu ini, beri ruang untuk mendengar cerita tentang pekerjaan itu.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana mencari ide produk digital berikutnya dari pelanggan lama?

Mulailah dengan pelanggan yang sudah berhasil, masih kesulitan, dan berhenti menggunakan produk. Minta mereka menceritakan penggunaan terakhir serta pekerjaan yang sekarang terhambat. Bandingkan masalah, cara mengatasinya, dan dampaknya. Hasil percakapan dapat mengarahkan kamu pada perbaikan produk, dukungan penerapan, atau tawaran lanjutan yang perlu diperiksa lebih jauh.

Apa saja pertanyaan untuk wawancara pelanggan lama?

Tanyakan pekerjaan yang ingin diselesaikan, bagian terakhir yang dicoba, kendala yang muncul, serta solusi yang sudah digunakan. Lanjutkan dengan pertanyaan tentang dampak kendala tersebut terhadap pekerjaan lain. Gunakan jawaban pelanggan sebagai dasar pertanyaan lanjutan. Hindari langsung menyodorkan ide produk karena hal itu bisa mengarahkan percakapan terlalu cepat pada solusi pilihanmu.

Apakah tiga pelanggan cukup untuk menentukan produk baru?

Tiga pelanggan dapat memberikan bahan awal untuk memahami perbedaan pengalaman setelah membeli. Jumlah tersebut belum mewakili keseluruhan pelanggan atau memastikan permintaan. Gunakan temuannya untuk merumuskan masalah yang lebih spesifik, kemudian periksa pada pelanggan lain dengan konteks serupa. Keputusan produksi juga perlu mempertimbangkan tanggapan terhadap tawaran dan kemampuan memberikan bantuan yang dijanjikan.

Kapan kebutuhan pelanggan cocok dijadikan upsell?

Kebutuhan pelanggan cocok dipertimbangkan sebagai upsell ketika mereka memerlukan peningkatan cakupan atau dukungan dari pembelian awal. Pastikan manfaat tambahan memiliki batas yang jelas dan dapat kamu berikan. Keluhan tentang manfaat yang sudah dijanjikan perlu ditangani melalui perbaikan atau dukungan produk awal. Periksa juga apakah kebutuhan tersebut muncul pada pelanggan lain dengan situasi serupa.

Artikel terkait

Butuh bantuan terapkan ini ke bisnismu?

Konsultasi digital marketing & AI langsung dengan Hendra Kuang, strategi berbasis data untuk market Indonesia.

Mulai konsultasi