Apakah Iklan yang Dibuat Pakai AI Harus Diberi Label? Ini Aturan Google Ads

Iklan yang dibuat atau diedit dengan AI generatif sekarang bisa kamu tandai lewat setelan label AI di Google Ads, dan untuk kampanye yang menargetkan Uni Eropa, India, atau New York, label itu muncul terlihat langsung di iklannya. Di wilayah lain, keterangan pemakaian AI tetap tersedia buat penonton iklan lewat panel informasi di setiap iklan.
Bagian dari playbook: Playbook Iklan Meta dan Google Ads
Intinya:
- Google menambahkan bagian “How this ad was made” ke panel My Ad Center, bisa dibuka secara global dari menu tiga titik atau ikon info di iklan Search, YouTube, dan Discover.
- Aset yang dibuat dengan tool AI generatif milik Google dapat keterangan otomatis, sedangkan aset dari tool AI di luar Google kamu tandai sendiri lewat kontrol baru.
- Regulasi AI di Uni Eropa, India, dan New York mewajibkan iklan dengan aset AI tertentu memuat disclosure atau label, dan kampanye yang menargetkan wilayah itu akan menampilkan overlay di iklan.
Misalnya kamu punya toko furnitur yang jualan online. Foto produk aslinya seadanya, jadi tim desain memakai AI untuk merapikan latar dan membuat versi ruangan yang lebih hidup. Enam bulan lalu itu cuma urusan kreatif. Sekarang ada satu kolom status tambahan di akun iklanmu yang perlu diisi, dan orang yang melihat iklanmu bisa mengecek jawabannya sendiri.
Apakah iklan buatan AI harus diberi label, dan apa sebenarnya label ini?
Label AI di Google Ads adalah penanda status pada aset gambar atau video yang menyatakan aset itu dibuat atau diedit dengan AI generatif. Atributnya ada lima yang perlu kamu tahu:
- Berlaku per aset, bukan per kampanye. Status diatur di level materi iklan.
- Punya tiga kondisi: ditandai sebagai AI, ditandai sebagai non-AI, atau belum ditentukan.
- Hasilnya tampil di panel “How this ad was made” yang bisa diakses pemirsa iklan.
- Di kampanye yang menargetkan Uni Eropa, India, dan New York, statusnya juga memunculkan overlay terlihat di iklan.
- Tersedia di Google Ads, Display & Video 360, Campaign Manager 360, Merchant Center, dan Ads Editor, diluncurkan bertahap sepanjang Juli 2026.
Satu istilah lagi yang perlu jelas. Panel “How this ad was made” adalah bagian di My Ad Center yang menjelaskan asal-usul sebuah iklan, termasuk apakah asetnya dibuat atau diedit dengan AI. Pemirsa membukanya dari menu tiga titik atau ikon info pada iklan.
Siapa yang mengisi label ini?
Pembagiannya begini. Kalau kamu memakai fitur AI generatif bawaan Google untuk bikin materi iklan, Google menambahkan keterangannya otomatis. Kalau kamu bikin materinya di tool lain, kamu yang menandai lewat setelan AI label.
Google juga bisa memberi label atas inisiatif sendiri dalam beberapa kondisi, misalnya di wilayah yang secara hukum mewajibkan Google melakukannya, atau ketika ada sinyal dari platform lain. Dalam kasus seperti itu, label tersebut tidak bisa kamu timpa.
Kenapa Google repot-repot bikin jalur khusus untuk ini?
Selama ini Google melarang overlay teks dan watermark di materi iklan. Kebijakan baru ini membuka pengecualian: mulai Juli 2026, label teks atau visual yang ditempel di dalam kreatif gambar dan video AI tidak dihitung melanggar aturan overlay itu. Jadi pengiklan punya dua jalur, pakai setelan resmi Google atau menempel label sendiri di desain.
Di belakang layar, Google sudah lebih dulu menyematkan sinyal tidak kasat mata seperti SynthID ke output tool generatif mereka. Label yang terlihat ini melengkapi sinyal teknis tadi dengan keterangan yang bisa dibaca manusia biasa.
Kenapa ini penting buat bisnis dengan tim tipis
Buat kamu yang jalan berdua atau bertiga, dampak nyatanya ada di tiga tempat.
Pertama, proses produksi konten iklan bertambah satu langkah. Dulu alurnya berhenti di “materi disetujui, upload”. Sekarang ada pertanyaan tambahan: aset ini kena sentuhan AI atau tidak, dan siapa yang mencatat jawabannya. Kalau tim kamu produksi puluhan variasi materi per bulan, pertanyaan ini perlu masuk checklist, bukan diingat-ingat.
Kedua, arsip aset lama jadi punya nilai baru. Google menyediakan kolom status “AI label” di Asset library dan di laporan aset, lengkap dengan filter. Artinya kamu bisa menyisir aset yang statusnya masih kosong dan menuntaskannya sekaligus. Ini kerja satu kali yang hasilnya kepakai terus.
Ketiga, persepsi pembeli ikut bergerak. Orang yang penasaran bisa membuka panel dan melihat sendiri apakah iklanmu pakai AI. Kalau produk kamu menjual keaslian, misalnya makanan atau kerajinan, keterangan ini menempel di jalur pertimbangan pembeli. Menariknya, fakta produk saja jarang cukup menggerakkan orang untuk beli, jadi cara kamu menjelaskan pemakaian AI di materi lain tetap menentukan.
Kapan ini tidak berlaku, dan jebakannya di mana
Kewajiban label yang terlihat di iklan terikat wilayah target kampanye. Google menyebut overlay itu muncul untuk kampanye yang menargetkan Uni Eropa, India, dan New York. Kalau kamu cuma beriklan ke audiens Indonesia, overlay itu tidak otomatis muncul di materimu.
Tapi ada tiga jebakan yang sering kelewat:
- Kampanye ekspor. Begitu kamu buka target ke pasar Eropa atau India, aturannya ikut. Banyak brand lokal yang jual ke luar lewat kampanye terpisah dan lupa mengecek status asetnya.
- Label yang kepotong. Kalau kamu menempel label sendiri di desain, Google menyarankan menghindari sudut dan tepi gambar karena bisa terpangkas saat rendering. Fitur penyempurnaan gambar otomatis juga bisa meng-crop labelmu, jadi perlu di-opt-out.
- Mengira setelan ini sama dengan kepatuhan hukum. Google sendiri menulis bahwa memakai setelan AI label di produk iklan mereka tidak menjamin kepatuhan pada regulasi tertentu, dan menyarankan mencari panduan hukum. Kalau kamu jual ke pasar teregulasi, anggap setelan ini sebagai satu komponen saja.
Satu catatan lagi. Ini urusan transparansi, dan tidak mengubah cara kamu mengukur hasil. Struktur pengukuranmu tetap perlu dibaca per tahap, seperti waktu kamu memecah KPI iklan per fase funnel supaya angka totalnya tidak menyesatkan.
Yang bisa kamu cek minggu ini
Empat langkah, semuanya bisa selesai dalam satu sesi kerja:
- Buka Asset library. Masuk ke menu Tools, pilih Asset studio, lalu Asset library. Tambahkan kolom status “AI label” kalau belum muncul, lalu filter aset yang statusnya belum ditentukan.
- Tentukan status per aset. Di halaman detail aset, pilih “Label this asset as created or edited with AI” atau “Don’t label this asset”, lalu simpan. Mulai dari aset yang paling banyak menghabiskan budget.
- Bikin aturan internal satu baris. Tulis di SOP tim: setiap aset baru wajib punya status AI sebelum masuk kampanye. Satu kalimat ini menghemat penyisiran massal nanti.
- Cek wilayah target kampanyemu. Kalau ada kampanye yang menyentuh Uni Eropa, India, atau New York, dahulukan aset di kampanye itu. Buat yang jualan produk lewat feed, sekalian rapikan juga sinyal performa otomatis di Merchant Center karena setelan label tersedia di sana juga.
Yang menarik dari perubahan ini: pemakaian AI di iklan sekarang punya jejak yang bisa dilihat orang di luar tim kamu. Bisnis yang rapi mencatat sejak awal akan terlihat tenang saat aturan mengetat, sementara yang menunda harus menyisir ratusan aset sambil mengejar tenggat. Kerjanya sama, waktunya yang beda.
Kalau kamu ingin dapat pembahasan perubahan platform seperti ini secara rutin plus cara menerjemahkannya jadi langkah operasional, insight mingguan saya lewat email bisa jadi tempat memulai.
Kalau kamu mau membedah struktur iklan dan angka kampanyemu, lihat sesi konsultasi 1-on-1.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah semua iklan yang pakai AI wajib diberi label di Google Ads?
Kewajiban label yang tampil di iklan terikat wilayah target kampanye. Google menyebut overlay terlihat muncul untuk kampanye yang menargetkan Uni Eropa, India, dan New York, mengikuti regulasi AI di ketiga wilayah itu. Di luar wilayah tersebut, keterangan pemakaian AI tetap tersedia lewat panel "How this ad was made" di My Ad Center yang bisa dibuka pemirsa iklan secara global.
Bagaimana cara menandai aset iklan sebagai buatan AI di Google Ads?
Buka menu Tools, pilih Asset studio, lalu masuk ke Asset library. Klik aset yang ingin ditandai untuk membuka halaman detailnya. Di sana pilih opsi menandai aset sebagai dibuat atau diedit dengan AI, atau opsi tidak menandai, lalu simpan. Google juga memunculkan ajakan meninjau aset di dalam produk ketika kampanyemu berisi materi yang mungkin perlu label.
Apakah menempel tulisan label AI di gambar iklan melanggar kebijakan Google?
Mulai Juli 2026 Google mengizinkan penambahan label teks atau visual langsung di dalam kreatif gambar dan video yang dibuat atau dimodifikasi dengan AI. Label semacam itu dikecualikan dari kebijakan yang melarang overlay teks dan watermark. Google menyarankan menjauhkan label dari sudut dan tepi gambar supaya tidak terpotong, serta menonaktifkan fitur penyempurnaan gambar yang bisa meng-crop labelmu.
Apakah label AI membuat performa iklan saya turun?
Google tidak mempublikasikan angka dampak label AI terhadap performa iklan, jadi klaim apa pun soal penurunan atau kenaikan sebaiknya kamu uji sendiri. Yang pasti berubah adalah ketersediaan informasi: calon pembeli bisa membuka panel dan melihat apakah materimu melibatkan AI. Cara paling aman adalah menandai aset dengan jujur, lalu memantau metrik kampanye seperti biasa selama beberapa minggu.
Butuh bantuan terapkan ini ke bisnismu?
Konsultasi digital marketing & AI langsung dengan Hendra Kuang, strategi berbasis data untuk market Indonesia.
Mulai konsultasi


