Konten & CopywritingBisnis & Produk Digital

Teknik Future Pacing: Bikin Calon Pembeli Bayangin Dua Versi Masa Depan Sebelum Kamu Kasih Solusi

Teknik Future Pacing: Bikin Calon Pembeli Bayangin Dua Versi Masa Depan Sebelum Kamu Kasih Solusi

Future pacing adalah teknik copywriting yang mengajak calon pembeli membayangkan situasi masa depan setelah mengambil atau menunda suatu tindakan. Kamu bisa membandingkan dua skenario, lalu menghubungkan perubahan yang masuk akal dengan solusi yang kamu tawarkan.

Intinya:

  • Dua skenario masa depan perlu berangkat dari kondisi awal dan rentang waktu yang sama.
  • Perubahan dalam skenario harus punya penyebab yang bisa dijelaskan.
  • Memulai hari ini bisa berarti mencoba langkah kecil yang membantu pembeli menilai kecocokan solusi.

Coba kamu bayangin seorang pemilik jasa desain yang mengurus penjualan sendiri. Chat calon pembeli bercampur dengan revisi klien dan urusan administrasi.

Saat ada waktu kosong, dia membuka percakapan lama satu per satu. Dia mencoba mengingat siapa yang masih menunggu penawaran.

Sekarang bayangkan dua kemungkinan untuk minggu berikutnya.

Dalam skenario pertama, cara kerjanya tetap sama. Ketika ingin menghubungi calon pembeli, dia masih perlu menelusuri chat untuk mengetahui langkah terakhir.

Dalam skenario kedua, dia mulai mencatat status percakapan dan tindak lanjut yang sudah disepakati. Saat membuka catatan, ada informasi yang bisa langsung dipakai bekerja.

Keduanya belum menjelaskan apakah penjualan akan terjadi. Perbedaannya ada pada kejelasan tindakan.

Saat menyusun contoh ini, saya sengaja mempertahankan masalah yang sama pada kedua skenario. Dengan begitu, kamu bisa melihat hubungan antara tindakan dan perubahan yang dibayangkan.

Kenapa teknik future pacing perlu menunjukkan jalan menuju perubahan?

Kata “lebih teratur” terdengar menarik, tetapi artinya masih terbuka. Pembaca harus menebak sendiri seperti apa keteraturan itu dalam kesehariannya.

Adegan konkret mengurangi pekerjaan menebak tersebut.

“Buka catatan, lihat siapa yang menunggu penawaran, lalu lanjutkan percakapan” memberi pembaca gambaran aktivitas yang bisa diperiksa.

Pembaca dapat bertanya: apakah situasi itu relevan dengan pekerjaan saya? Apakah tindakan tersebut mungkin saya lakukan?

Future pacing yang jujur memiliki empat atribut:

  • Titik awal yang dikenal: situasinya sesuai dengan masalah yang benar-benar dialami calon pembeli.
  • Rentang waktu yang jelas: kedua skenario dibandingkan pada jangka waktu yang sama.
  • Tindakan penghubung: ada perubahan kebiasaan atau proses yang menjelaskan perbedaan skenario.
  • Batas hasil: ketergantungan, usaha, dan ketidakpastian tetap terlihat.

Kontras skenario adalah perbandingan dua kemungkinan situasi berdasarkan perbedaan tindakan atau kondisi. Dalam future pacing, perbandingan ini membantu pembaca menilai konsekuensi pilihan.

Nah, mutu kontrasnya bergantung pada kewajaran hubungan sebab-akibat.

Mencatat status percakapan menyediakan rujukan untuk tindak lanjut. Namun, mendapatkan klien juga bergantung pada kebutuhan pembeli, kualitas penawaran, dan kecocokan layanan.

Kalau kamu melompat dari “punya catatan” ke “klien datang terus”, hubungan penyebabnya terputus. Pembaca diminta mempercayai hasil yang belum dijelaskan.

Satu cara mengeceknya: tambahkan kata “karena” setelah perubahan yang kamu tulis. Apakah kamu bisa menyelesaikan kalimat itu dengan penjelasan yang konkret?

“Pencarian status percakapan bisa lebih mudah karena informasi terakhir dicatat di tempat yang sama.”

Kalimat itu menunjukkan proses yang bisa diperiksa.

Dua masa depan perlu dibandingkan secara adil

Kesalahan yang perlu diperhatikan adalah mengubah terlalu banyak hal sekaligus.

Baca jugaBisnis & Produk DigitalGaransi yang Justru Menaikkan Penjualan Bukan Bikin Rugi

Skenario tanpa produk digambarkan penuh kekacauan. Skenario dengan produk mendadak punya tim disiplin, pelanggan responsif, dan waktu kerja yang longgar.

Padahal, membeli produk belum tentu mengubah semua kondisi tersebut.

Agar perbandingannya berguna, pertahankan keadaan dasarnya. Orangnya sama, tanggung jawabnya sama, dan beban pekerjaannya kurang lebih sama.

Ubah bagian yang memang dapat disentuh solusi.

Misalnya, kamu menjual template pencatatan calon pelanggan. Contoh hipotetis copy-nya bisa seperti ini:

Bayangkan minggu depan kamu kembali punya waktu untuk menindaklanjuti penawaran. Kalau statusnya masih tersebar, kamu perlu menelusuri percakapan untuk mengetahui posisi terakhir.

Kalau mulai mencatat status dan langkah berikutnya hari ini, minggu depan kamu punya rujukan saat membuka kembali percakapan.

Template ini menyediakan kolom untuk menyimpan informasi tersebut. Kamu tetap perlu mengisinya dan memperbaruinya setelah percakapan berlangsung.

Perhatikan, produknya muncul setelah kebutuhan penggunaannya terlihat. Pembaca sudah memahami apa yang ingin diubah sebelum mengenal alatnya.

Skenario kedua juga memperlihatkan pekerjaan yang tetap menjadi tanggung jawab pembeli. Detail ini membantu mereka menilai apakah solusi cocok dengan kebiasaannya.

Untuk bisnis kecil, bayangkan juga beban menjalankannya

Pebisnis dengan tim tipis perlu menilai dua hal sekaligus: manfaat yang diharapkan dan pekerjaan tambahan untuk mendapatkannya.

Sebuah sistem bisa terlihat menarik di halaman penjualan, lalu terasa berat ketika harus diperbarui setiap selesai melayani pelanggan.

Karena itu, gambaran masa depan perlu mencakup cara solusi dipakai.

Untuk template tadi, jelaskan kapan catatan diperbarui dan informasi apa yang perlu diisi. Kalau harus ada orang yang bertanggung jawab, tampilkan kebutuhan itu.

Pembeli dengan anggaran terbatas juga perlu melihat apakah hambatannya memang sesuai dengan fungsi produk.

Jika kendalanya adalah calon pelanggan yang kurang cocok, merapikan catatan hanya menyentuh bagian administrasi. Penawarannya masih perlu dievaluasi.

Di sinilah memahami kebutuhan calon pembeli sebelum menyusun penawaran menjadi fondasi. Skenario yang relevan dimulai dari masalah yang benar-benar mereka kenali.

Dalam follow up, future pacing bisa membantu mengembalikan percakapan ke tujuan yang sebelumnya disampaikan calon pembeli.

Misalnya, ingatkan bahwa mereka ingin mengetahui status penawaran tanpa membaca ulang seluruh chat. Jaga konteks itu melalui tindak lanjut yang menghormati calon pembeli.

Kapan teknik ini tidak cocok digunakan?

Future pacing perlu ditahan ketika kamu belum memahami situasi pembeli. Bayangan yang terlalu spesifik bisa terasa asing karena dibangun dari asumsi penjual.

Teknik ini juga kurang membantu jika pembaca sedang mencari informasi langsung. Orang yang bertanya tentang format file mungkin cukup membutuhkan jawaban tentang format file.

Ada beberapa jebakan lain:

  • Menjadikan penundaan sebagai bencana. Menunggu bisa masuk akal jika pembeli belum punya waktu, kebutuhan, atau kapasitas menjalankan solusi.
  • Menghapus usaha pembeli. Pelatihan memerlukan latihan. Template memerlukan pengisian. Perangkat otomatis tetap memerlukan penyiapan dan pemeriksaan.
  • Membuat semua jalan berujung pada produkmu. Solusi sederhana yang sudah tersedia mungkin cukup untuk kebutuhan pembeli.
  • Memakai rentang waktu sebagai tekanan. “Minggu depan” membantu pembaca membayangkan situasi. Frasa itu tidak membuktikan bahwa mereka harus membeli sekarang.

Kalau skenario positif tetap terjadi tanpa menggunakan produkmu, periksa peran produk tersebut. Bisa jadi kamu perlu menjelaskan kontribusinya dengan lebih spesifik.

Minggu ini, coba tulis satu adegan yang bisa diperiksa

Ambil satu penawaran yang sudah kamu punya. Kerjakan langkah berikut pada bagian sebelum pengenalan solusi.

  1. Pilih satu situasi nyata. Gunakan pertanyaan pelanggan atau percakapan yang boleh kamu gunakan. Hindari mengisi kekosongan informasi dengan dugaan.
  2. Tentukan satu rentang waktu. Pilih jangka yang masuk akal untuk perubahan proses yang dibahas.
  3. Tulis skenario kebiasaan tetap. Jelaskan apa yang masih perlu dikerjakan dengan cara sekarang, tanpa memperburuk akibatnya.
  4. Tulis skenario tindakan berubah. Sebutkan tindakan baru, perubahan yang dimungkinkan, dan usaha yang tetap diperlukan.
  5. Hubungkan solusi dengan fungsinya. Jelaskan bagian mana yang dibantu produk, lalu berikan langkah berikutnya yang sesuai.

Call to action adalah ajakan untuk mengambil langkah berikutnya yang jelas. Setelah future pacing, ajakan ini perlu sesuai dengan kesiapan dan kebutuhan pembaca.

Untuk template, langkahnya bisa berupa melihat contoh isian. Untuk layanan, langkahnya bisa berupa membaca lingkup pekerjaan terlebih dahulu.

Baca ulang draft kamu. Garis bawahi setiap hasil yang dijanjikan, lalu periksa apakah penyebab dan batasnya sudah terlihat.

Masa depan yang layak ditulis adalah masa depan yang jalannya bisa kamu jelaskan. Coba mulai dari satu adegan kecil yang benar-benar dikenali pembelimu.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu teknik future pacing dalam copywriting?

Teknik future pacing membantu calon pembeli membayangkan bagaimana situasinya dapat berkembang setelah mengambil tindakan tertentu. Copy dapat memperlihatkan kondisi ketika kebiasaan tetap berjalan dan ketika ada perubahan proses. Gambaran tersebut perlu menyertakan tindakan penyebab, usaha pengguna, serta batas hasil agar pembaca punya dasar untuk menilai relevansinya.

Bagaimana cara membuat future pacing yang jujur?

Mulailah dari masalah yang sudah kamu pahami melalui percakapan pelanggan. Bandingkan kemungkinan masa depan dengan kondisi awal dan jangka waktu yang setara. Jelaskan tindakan yang menghasilkan perbedaan, termasuk kewajiban pengguna. Pertahankan ketidakpastian yang memang ada, seperti respons calon pelanggan atau kecocokan penawaran, dan berikan ruang untuk menunda keputusan.

Apa contoh future pacing untuk bisnis jasa?

Sebuah jasa penataan administrasi dapat mengajak pembaca membayangkan saat perlu memeriksa status penawaran. Dengan informasi yang tersebar, pembaca masih perlu menelusuri percakapan. Setelah pencatatan diterapkan dan diperbarui, ada rujukan untuk menentukan tindak lanjut. Contoh ini menghubungkan layanan dengan perubahan proses yang jelas, sambil mempertahankan tanggung jawab pengguna.

Di mana future pacing sebaiknya diletakkan dalam copy?

Future pacing dapat diletakkan setelah masalah pembaca dijelaskan dan sebelum solusi diperkenalkan. Urutan ini memberi konteks tentang perubahan yang ingin dicapai serta alasan solusi relevan. Dalam follow up, gunakan tujuan yang pernah disampaikan calon pembeli sebagai pijakan. Sesuaikan panjangnya dengan kebutuhan informasi dan tahap percakapan.

Artikel terkait

Butuh bantuan terapkan ini ke bisnismu?

Konsultasi digital marketing & AI langsung dengan Hendra Kuang, strategi berbasis data untuk market Indonesia.

Mulai konsultasi